Aspek Pengembangan Diri dalam Keluarga

Aspek pengembangan diri dalam keluarga terutama bagi anak perempuan sangat perlu untuk didukung.  Apalagi banyak pandangan orangtua yang berpikir bahwa seorang perempuan tidak usah berpendidikan tinggi karena nanti juga urusannya cuman dapur, sumur dan kasur.

Aspek pengembangan diri dalam keluarga

Beberapa Aspek pengembangan diri dalam keluarga

  1. Aspek pengembangan diri dalam keluarga yang pertama yaitu orangtua selayaknya memberi kesempatan yang sama kepada anak perempuan dan laki laki untuk mengembangkan potensi kemampuannya seoptimal mungkin dengan dukungan moral dan material yang tidak dibedakan.
  2. Orangtua tidak menentukan sepihak harapan dan peran untuk anak perempuan dan laki laki, kecuali memberi masukan yang fair, menjadi teman tukar pikiran, memfasilitasi anak kepada ahli yang kompeten dalam rangka mengembangkan potensinya.
  3. Membantu anak agar memiliki sikap asertif, sehingga mereka berani mengemukakan keinginan, ide dan alasan alasan yang masuk akal dan realistis tanpa dihantui sikap ketakutan, kegelisahan, kebimbangan, keputus asaan, ketidakpuasan, dendam, iri ,cemburu, apatis, pasif, tidak percaya diri, malu, mengisolir diri, atau bahkan agresif.
  4. Orangtua mengajak bertukar pikiran dengan anak menyangkut masa depannya, terutama jika terindikasi dapat memunculkan perbedaan harapan, tujuan dan keinginan antara anak dengan orangtua.
  5. Jika orangtua memiliki harapan yang diyakini pantas dan diprediksikan mampu dicapai oleh anaknya, perlu diciptakan lingkungan yang kondusif agar anak memahami harapan tersebut dan suka cita menerimanya, tanpa merasa tidak berdaya yang akan mengurangi rasa ketidakpercayaan atas kemampuan dirinya.
  6. Orangtua menghindari untuk membandingkan kemampuan antara nak satu dengan lainnya, terutama anak perempuan dengan laki laki, karena setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan pada aspek tertentu.
  7. Orangtua selayaknya membantu anak untuk mengenal kelebihan dan kekurangan yang ada pada anaknya, dan berdasarkan kelebihan dan kekurangan yang ditemukan ini, anak dibantu merumuskan rencana masa depannya.
  8. Orangtua menghindari untuk menyalahkan anak saat mereka mengalami kegagalan.
  9. Orangtua menghindari banyak berkata “tidak” atau “jangan” untuk suatu hal yang tidak disetujuinya, atau juga berkata “harus” untuk hal yang dikehendakinya.
  10. Orangtua layak memberi penghargaan dan pujian saat anak mendapat prestasi.
  11. Orangtua menunjukkan respek terhadap saran dan usul anak, dan mendiskusikannya.
  12. Orangtua perlu menahan diri, tidak memotong saat anak menyampaikan gagasan, dan tidak segera memfonis dan bereaksi negative.
  13. Orangtua dapat menegur atau memberi nasehat dengan bahasa yang sesuai kadar usianya pada waktu yang tepat dan tidak terus menerus mengomel berulang ulang.
  14. Orangtua dapat meminta maaf secara tidak berlebihan jika keliru kepada anak.
  15. Suami, isteri, dan anak anak harus bahu membahu melaksanakan hak dan kewajiban masing masing, sehingga tidak menimbulkan dilematis dan konflik pada isteri atau ibu mereka ketika ingin berkiprah di masyarakat.
  16. Seluruh anggota keluarga harus turut bangga atas keberhasilan istri, ibu, adik, atau kakak mereka yang perempuan dalam prestasi tertentu di sekolah atau masyarakat.
  17. Aspek pengembangan diri dalam keluarga yang terakhir yaitu suami menghindari untuk membebankan peran ganda kepada istri, tetapi hendaknya menjadi shared parenting bersama dalam rumah tangganya untuk mencapai kebahagiaan bersama.

Demikianlah informasi mengenai aspek pengembangan diri dalam keluarga. Untuk artikel terbaru silahkan lihat di Home. Artikel berikutnya mengenai menciptakan lingkungan edukatif dalam kelas.

Aspek Pengembangan Diri dalam Keluarga | | 4.5