Cara mengatasi masalah kdrt

Cara mengatasi masalah kdrt memang beragam. Namun yang dianjurkan adalah seperti di bawah ini.

cara mengatasi masalah kdrt

Beberapa cara mengatasi masalah kdrt

  1. Cara mengatasi masalah kdrt pertama yaitu memastikan keselamatan korban dengan jalan apapun untuk menghentikan kekerasan. Meminta bantuan polisi, atau membantunya untuk menemukan suatu tempat perlindungan di rumah teman atau sanak saudara.
  2. Membantu korban membaut rencana praktis untuk meninggalkan situasi kekerasan. Tugas konselor segera membantu korban pergi dari rumah untuk menghindari situasi kekerasan yang berlanjut.
  3. Memberi informasi tentang hak hak korban dan tanggung jawab pelaku kekerasan. Dengan informasi ini korban mengetahui peluang peluang dan alternative solusi yang dapat diambil, tidak sekedar diam dan pasrah menerima nasib, dan bagi pelaku diharapkan dapat bertanggung jawab dan menyadari kesalahannya.
  4. Cara mengatasi masalah kdrt keempat yaitu memberi dukungan kepada korban karena biasanya dia merasa putus asa, malu, cemas, merasa sendirian dan tidak ada orang yang membelanya, tidak memiliki kepercayaan diri, mengutuk dan mempersalahkan diri, merasa sial serta tidak berharga, dan bagi pelaku biasanya merasa tidak bersalah dengan alasan untuk menegakkan power sebagai kepala keluarga. Kehadiran konselor harus mampu menjadi kawan bagi pelaku untuk menyadarkan bahwa perbuatannya telah merugikan dan membuat orang lain sakit dan menderita, sehingga ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan berusaha untuk menghentikan kekerasan tersebut. Konselor juga harus menjadi kawan bagi korban dalam menghadapi masa masa sulit seperti itu, sehingga klien yang menjadi korban dapat menemukan kembali kepercayaan diri dan bangkit dari keterpurukan.
  5. Menjadi teman diskusi dalam pembuatan keputusan, meski pengambilan keputusan tetap harus mandiri dari klien sendiri, sebagai pelaku atau korban.
  6. Membantu korban maupun pelaku memperoleh pemahaman mendalam tentang diri sendiri dan masalahnya, seperti kelebihan dan kekurangan diri, dinamika sejarah kehidupan selama ini. Dengan memperoleh insight, korban akan lebih mudah mengembalikan kepercayaan diri dan bangkit dari keterpurukan, dan pelaku menyadari kesalahan dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
  7. Memberi pemahaman tentang hak dan kewajiban suami istri yang adil gender berdasarkan kelebihan dan kelemahan masing masing untuk bersinergi membangun keharmonisan relasi dalam rumah tangga, tanpa merasa lebih unggul dari yang lain, tanpa merasa satu sebagai subjek dan yang lain objeknya.
  8. Cara mengatasi masalah kdrt kedelapan yaitu siap mengambil langkah membantu ketidakberdayaan yang membatasi korban. Konselor mungkin berhadapan dengan hambatan korban untuk mendiskusikan perihal kekerasan yang dialaminya. Perasaan bingung, malu, terhina, dan setia kepada pasangan membuat mereka segan pergi dari rumah, dan korban mungkin percaya kepada orang yang mencegahnya pergi dari rumah meski harus merasakan penderitaan.
  9. Membantu korban memahami tindakan kekerasan rumah tangga. Konselor perlu menunjuk bagaimana kesabaran dan toleransi perempuan dapat mendukung melestarikan hubungan kekerasan dalam rumah tangga.
  10. Membantu korban menghadapi pertimbangan ketika berada dalam situasi yang mengandung kekerasan. Beberapa istri yang teraniaya percaya bahwa situasi kekerasan akan baik dengan sendirinya setelah peristiwa tertentu berakhir. Padahal itu tidak benar dan tugas konselor untuk menyampaikan bahwa ada payung hukum yang melindunginya dan ada tempat perlindungan masyarakat.
  11. Menanyakan apakah korban telah meminta bantuan polisi untuk membuat pengaduan resmi dan meminta perlindungan. Langkah langkah yang sah akan membuat pelaku kekerasan menyadari bahwa tindakannya dihakimi sebagai kejahatan, bukan sebagai perselisihan faham rumah tangga. Keterlibatan polisi memastikan perlindungan korban dari pelaku.
  12. Mendengarkan dan mempercayai apa yang dikatakan oleh korban. Mendengarkan cerita itu dengan serius dan mengumpulkan informasi yang penting pada sejarah hubungan dan tindakan kekerasan untuk membantu memahami situasinya.
  13. Mengidentifikasikan perasaan korban. Konselor dapat meraba perasaan korban, terutama hak korban untuk marah dan menangis.
  14. Cara mengatasi masalah kdrt terakhir yaitu mengidentifikasikan dampak kekerasan terhadap korban dan keluarganya. Konselor membantu korban mengidentifikasi tindakan tindakan sebagai cara melindungi diri dari kekerasan.

Demikianlah informasi mengenai cara mengatasi masalah kdrt. Untuk melihat artikel terbaru silahkan lihat di Home. Artikel berikutnya mengenai penyebab orang percaya mitos.

Cara mengatasi masalah kdrt | | 4.5