Ciri ciri Anak mengalami Stres dan cara mencegahnya

Setiap orangtua perlu tahu ciri ciri anak mengalami stres dan cara mencegahnya agar anak anda mengalami perkembangan fisik dan mental yang baik. Setiap orang bisa terkena stress, tidak terkecuali anak anak. Bagi orangtua mungkin punya cara tersendiri untuk menghilangkan stress, namun bagi anak anak?. Jika anak terus merasa stres maka tidak heran anak akan berbuat hal yang aneh dan justru nekat. Sebagai orangtua harus pandai memperhatikan setiap gerak gerik anak yang aneh.

Ciri ciri Anak mengalami Stres dan cara mencegahnya

Beberapa ciri ciri anak mengalami stres dan cara mencegahnya

Anak jadi lebih pemurung, semangat belajarnya menurun, malas untuk pergi ke sekolah, dan bahkan menarik diri dari pergaulan.

Anak menjadi lebih agresif seperti marah-marah, menendang, memukul, berteriak-teriak, menggigit dan bahkan melawan perkataan orang tua.

Anak susah konsentrasi saat belajar, berkonsentrasi dan cepat bosan.

Anak susah tidur dan sering mengigau dalam tidurnya.

Pola makan tidak teratur, jika hal ini terus terjadi maka anak akan sakit perut, diare atau maag.

Anak mulai mengompol.

Jika orangtua menemukan salah satu dari gejala di atas, maka orangtua perlu menemukan penyebab stress pada anak.

Ciri ciri anak mengalami stres dan cara mencegahnya seperti

1.Memberi perhatian yang cukup, pelukan dan kalimat sayang, tidak memberikan tuntutan diluar kemampuan anak dan membina komunikasi yang baik dengan anak.

2.Orantua perlu tahu nomor telpon orang orang yang dekat dan sering berhubungan dengan anak untuk memantau pergaulannya. Sediakan satu hari dalam seminggu untuk berekreasi dan jalan jalan ke tempat yang disenangi anak untuk menyeimbangkan keadaan psikisnya.

beberapa Ciri ciri Anak mengalami Stres dan cara mencegahnya

Beberapa ciri ciri anak mengalami stres dan cara mencegahnya pada anak SD

1.Prestasi akademis yang tak tercapai.

Jika anak tidak mendapatkan nilai yang sesuai dengan harapan anda, anda perlu memberi pengertian bahwa nilai akademik yang jatuh bukan akhir dari segalanya, dan masih banyak waktu untuk memperbaiki prestasi belajarnya. Orangtua juga perlu menurunkan target pencapaian prestasi belajar anak.

2.Hubungan pergaulan teman di sekolah.

Anak usia SD lebih banyak terpengaruh oleh teman sekelasnya, sehingga sering ikut ikutan dalam segala hal termasuk materi. Orangtua perlu memberikan pengertian bahwa seseorang itu dinilai bukan dari materi yang ia miliki tetapi karakter dan kepribadian seseorang itu jauh lebih berharga.

3.Hubungan anak dengan orangtua yang buruk.

Orang tua yang sibuk dan kurang memberi perhatian kepada anak, sikapnya kasar dan suka menyalahkan anak, bisa mengakibatkan adanya rasa kecewa dan tertekan pada diri anak. Luangkan sedikit waktu dalam satu hari untuk menanyakan bagaimana kabarnya, kegiatan di sekolah dan rencana yang ingin ia lakukan setiap harinya. Buat agar orangtua menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak untuk mengatakan apapun.

4.Hubungan dengan saudara yang buruk.

Abang dan adik yang selalu bertengkar, adik banyak diatur oleh kakak bisa saja menjadi pemicu stress pada anak. Yakinkan anak bahwa semua itu hanya sementara dan akan segera berakhir dan nasihati juga saudaranya untuk tak melakukan itu lagi.

5.Penyakit yang diderita anak yang berkepanjangan.

Jika ini penyebabnya, yakinkan pada anak bahwa penyakitnya akan sembuh dengan terus berobat dan terus yakin akan kesembuhannya. Yang penting adalah orangtua harus selalu mendampingi anak melewati masa masa sakitnya.

6.Keadaan lingkungan yang tidak nyaman dan aman.

Rumah yang bising dan kotor, udara panas, ruangan yang gelap dan lain lain. Orangtua harus mampu menyediakan keadaan rumah yang aman dan kondusif bagi anak.

 

Demikian informasi mengenai ciri ciri anak mengalami stres dan cara mencegahnya. Semoga informasi diatas bermanfaat. Untuk melihat artikel lainnya silahkan kunjungi Home. Artikel berikutnya mengenai cara mencegah anak menggunakan obat terlarang narkoba.

Ciri ciri Anak mengalami Stres dan cara mencegahnya | | 4.5