Contoh Teori Psikologi Klasik

Contoh Teori Psikologi Klasik yaitu menggunakan paradigman androcentrism, yaitu suatu cara pandang dalam menjelaskan eksistensi perempuan berdasarkan norma laki laki. Betapa malangnya nasib perempuan karena mereka dipandang sebagai makhluk yang harus menyesuaikan diri (measure up) dengan norma yang dibuat laki laki, jika tidak pas dengan selera laki laki, perempuan dianggap tidak normal. Perempuan digambarkan sebagai makhluk yang memiliki kecenderungan psikisnya untuk memelihara anak, memasak, dan beribadah. Untuk mempertahankan konsep yang misoginis dan memarginalkan perempuan, para ahli psikologi androcentris mengajukan teori tentang naluri keibuan, dan teori tugas keibuan. Dengan teori teori tersebu yang terus dipopulerkan, perempuan makin terhempas dari kegiatan public. Perempuan hanya pantas berada di kawasan domestic untuk mengasuh anak, memasak, dan beribadah melayani keluarganya.

Banyak pandangan yang dikembangkan dalam contoh teori psikologi klasik untuk mengukuhkan stereotip perempuan, misalnya, jika perempuan tidak suka berhias dan bersolek atau bersikap menentang dan sangat aktif, mereka dipandang sakit dan mengidap kelainan psikis. Dengan narcisisme, perempuan menjadi makhluk pemuas birahi laki laki karena kecantikan, daya tarik, dan keanggunannya untuk dapat dijadikan kekasih atau istri tercinta. Dengan masochisme, perempuan akan lebih  reseptif secara seksual dan lebih keibuan. Dengan pasivitas, perempuan menjadi korban kebebasan dan perlakuan sewenang wenang kaum laki laki.

teori psikologi klasik komplit

Para ahli psikologi yang meneliti contoh teori psikologi klasik dengan serta merta menciptakan variabilitas untuk menggambarkan inferioritas perempuan. Perempuan tidak perlu melibatkan diri dalam kegiatan ilmiah karena kecerdasannya lebih rendah, struktur otaknya kurang terspesialisasi, dan kepribadiannya lebih emosional dibandingkan laki laki. Demikian pula dikembangkan pandangan bahwa kecerdasan laki laki itu menyimpang dari rata rata dibandingkan dengan perempuan, sehingga yang paling cerdas mesti laki laki, sedangkan perempuan moderat saja. Perbedaan kecerdasan ini disebabkan tengkorak perempuan lebih kecil daripada tengkorak laki laki, demikian pula otak, ukuran, dan kapasitasnya lebih dekat dengan otak gorilla daripada otak laki laki yang paling maju.

Hipotesis tersebut di atas semakin meyakinkan pandangan psikologi klasik bahwa perempuan secara signifikan daya intelektualnya lebih rendah daripada laki laki. Asumsi ini didasarkan pada kenyataan kiprah perempuan di berbagai bidang kehidupan, seperti bidang sosial, ekonomi, hukum, dan politik yang lebih rendah daripada kiprah laki laki. Sampai saat ini sejumlah pengetahuan yang dikembangkan oleh psikolog akademis tampaknya mendukung kepercayaan stereotype tentang kemampuan dan karakteristik psikologis perempuan dan laki laki. Kepercayaan seperti itu kebetulan mendukung ketimpangan atau perbedaan yang ada di antara ke dua jenis kelamin ini dalam bidang politik, hukum dan ekonomi. Padahal hipotesis yang terbukti secara kebetulan itu tidak dapat dijustifikasi secara ilmiah, karena tidak didukung oleh bukti empiric yang meyakinkan.

contoh teori psikologi klasik

Kritik contoh teori psikologi klasik

Dari sejumlah penelitian psikologi, dapat ditemukan sejumlah kekeliruan psikologi klasik dalam menjelaskan eksistensi perempuan antara lain:

  1. Psikologi klasik jarang sekali menjadikan perempuan sebagai objek studi karena persoalan perempuan dianggap kurang penting diteliti. Akibatnya pada saat menjelaskan psikologi perempuan dengan membuat pandangan yang sama untuk kedua jenis kelamin itu.
  2. Teori teori psikolog kalsik dibangun dengan menggunakan laki laki sebagai norma, dan tragisnya norma itu selalu berubah ubah sesuai dengan selera laki laki pembuat norma, dan perempuan dituntut harus menyesuaikan dengan norma tersebut. Akibatnya terjadilah salah ukur dalam menjelaskan eksistensi perempuan.
  3. Model penelitian yang digunakan oleh psikologi klasik dalam membangun teori untuk kedua jenis kelamin dengan skala kontinum tunggal. Akibatnya jika perempuan tidak sesuai dengan skala tunggal tersebut, mereka dianggap tidak normal atau mengidap kelainan psikis.
  4. Psikologi klasik mengabaikan faktor sosial dan cultural yang membentuk perilaku perempuan. Akibatnya, stereotype perempuan yang interior dianggap gambaran perempuan yang sebenarnya, bukan hasil bentukan sosial dan cultural yang selalu berubah dan mengalami kemajuan pesat.
  5. Kritik terakhir dalam contoh teori psikologi klasik yaitu menganggap perempuan dan laki laki disebabkan karena perbedaan anatomi dan fisiologi semata yang secara kodrati tidak berubah.

Demikian contoh teori psikologi klasik dalam pandangan pandangan misoginis dari psikologi klasik yang memilukan, yang sampai saat ini masih dijumpai. Teori teori yang dikembangkannya sangat bias gender, memihak, membela, dan mempertahankan kepentingan yang menguntungkan laki laki. Psikologis feminis menggugat norma patriarkhi yang terkandung dalam ilmu psikologi dengan melihat adanya kesenjangan perilaku, baik yang bersifat structural maupun cultural, yang mensubordinasikan perempuan dengan dilegitimasi oleh pandangan pandangan klasik, agama, ideology negara, melalui suatu sistem pemikiran dan opini.

Demikianlah informasi mengenai contoh teori psikologi klasik. Untuk artikel terbaru silahkan kunjungi Home page. Artikel berikutnya mengenai sejarah psikologi kontemporer wanita.

Contoh Teori Psikologi Klasik | | 4.5