Dampak psikologis korban kdrt

Dampak psikologis korban kdrt hanyalah bagian kecil dari kdrt.

Fenomena kekerasan rumah tangga memunculkan sejumlah masalah psikologis antara lain:

  1. Bagi pelaku, umumnya kaum laki laki, umumnya merasa tidak bersalah melakukan kekerasan karena dianggap sebagai penegakan wibawa dalam predikatnya sebagai kepala keluarga. Hal ini merupakan kepribadian yang tidak sehat dan cacat psikologis, di mana menyengsarakan orang lain, apalagi anggota keluarganya sendiri yang patut dilindungi keamanannya, justru dibuat sengsara, sakit, dan menderita. Orang yang tidak dapat mengendalikan emosi merupakan indikasi kepribadian yang belum matang, bukan sekedar tidak cerdas secara emosi, tetapi juga tidak cerdas secara intelektual. Artinya pelaku kekerasan tidak menggunakan otak kiri maupun kanannya untuk mengontrol perilakunya. Apapun dalihnya, melakukan kesalahan tetapi merasa benar atau membenarkan perilakunya yang salah merupakan perilaku zhalim.
  2. Dampak psikologis korban kdrt, umumnya merasa bersalah atau dipersalahkan karena telah menyulut emosi laki laki untuk melakukan kekerasan, dan diperparah lagi selain mereka telah sakit dan menderita karena mengalami kekerasan, tidak dapat melawan atau tidak diperbolehkan melawan.
  3. Dampak psikologis korban kdrt, bagi anak anak yang menyaksikan apalagi yang ikut menjadi korban kekerasan, mereka akan belajar melakukan kekerasan yang dilakukan ayah mereka, dan bagi anak perempuan akan belajar menghindar bergaul dengan laki laki, fobia untuk menikah atau memiliki anak laki laki, dan bentuk ketakutan traumatis lainnya. Dengan demikian, peristiwa kekerasan rumah tangga, bagi pelaku, korban maupun anak anaknya menyisakan sejumlah problema psikologis yang berkepanjangan.

dampak psikologis korban kdrt

Dampak psikologis korban kdrt memang banyak terjadi pada wanita dan anak. Laki laki umumnya lebih kuat fisiknya memungkinkan untuk melakukan kekerasan dan memungkinkan pula dapat menangkis kekerasan jika terpaksa terserang, sedangkan perempuan dengan fisik yang lebih lemah tidak cukup kuat untuk melakukan kekerasan dibanding laki laki sebagai lawannya, lebih memungkinkan menjadi objek kekerasan dan tidak cukup kuat menghindari kekerasan. Peluang perempuan menjadi pelaku kekerasan lebih sebagai upaya untuk mempertahankan diri atau membalas kekerasan yang dialami.

Berbagai dampak psikologis korban kdrt

Berbagai dampak psikologis korban kdrt 

  1. Kekerasan fisik, seperti : menghantam, mendorong, menampar, menusuk, menendang, menggunakan senjata, melemparkan benda, memecahkan barang barang, menarik rambut dan mengurung.
  2. Kekerasan verbal seperti menjatuhkan, mencaci maki, mengkritik, bersilat lidah, menghina, membuat perasaan berdosa, dan memperkuat rasa takut.
  3. Kekerasan ekonomi seperti mempekerjakan dalam suatu pekerjaan, memberhentikan atau membatasi pekerjaan, memanfaatkan peluang penghasilan dan meminta paksa dukungan.
  4. Kekerasan dengan pengasingan sosial seperti mengawasi pergaulan dan ruang gerak, membatasi keterlibatan di masyarakat.
  5. Kekerasan seksual, seperti memaksa untuk melaksanakan tindakan seksual yang tidak dikehendaki, menyeleweng, melakukan hubungan dengan kekerasan, menuduh menyeleweng, menghina cara mencapai kepuasan seks, tidak memberi kasih sayang.
  6. Mengerdilkan seperti mudah melakukan kekerasan, menuduh keras yang tidak terjadi, membalas dengan kekerasan, menyalahkan melakukan kekerasan.
  7. Mengintimidasi seperti menunjukkan perangai yang menakutkan, menghancurkan barang milik, melukai binatang kesayangan, mengancam dengan senjata dan lain lain.

Demikianlah informasi mengenai dampak psikologis korban kdrt. Untuk melihat artikel artikel terbaru silahkan lihat di Home. Artikel berikutnya mengenai bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Dampak psikologis korban kdrt | | 4.5