Fakta tentang psikologi manusia

Fakta tentang psikologi manusia akan dibahas di bawah ini.

Fakta tentang psikologi manusia

Fiksi: gangguang psikologis membutuhkan psikoterapi, gangguan biologis membutuhkan obat.

Fakta tentang psikologi manusia yang pertama yaitu

Fakta: penyebab gangguan tidak berpengaruh pada perawatannya, atau sebaliknya. Misalnya, sakit kepala tidak disebabkan oleh kekurangan aspirin dalam otak.

Fiksi: terapis yang lebih berpengalaman cenderung memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibanding terapis yang kurang berpengalaman.

Fakta: sebagian besar penelitian menunjukkan hubungan yang lemah atau bahkan tidak ada, antara lama berpraktik dan tingkat keefektifan terapi.

psikologi manusia

Fiksi: psikiater dan psikolog pada dasarnya sama.

Fakta: psikiater memiliki gelar dr., sedangkan sebagian besar psikolog memiliki gelar S.Psi. selain itu, hanya psikiater yang dapat meresepkan obat.

Fiksi: aliran psikologi yang dianut terapis merupakan alat prediksi terbaik untuk tingkat kefektifan perawatan.

Fakta: untuk sebagian besar gangguan, sifat terapis menjadi alat prediksi yang lebih baik untuk tingkat keefektifan mereka dibanding orientasi teori mereka.

Fiksi: sebagian besar psikater melibatkan sofa dan penggalian masa lalu seseorang.

Fakta: sebagian besar terapis modern tidak lagi menggunakan sofa, dan sebagian besar tidak hanya memfokuskan pada pengalaman masa kanak kanak.

Fiksi: psikoterapi hanya dapat membantu, bukan menyakiti.

Fakta: setidaknya beberapa  terapi, seperti Tanya jawab kritis untuk orang yang mengalami trauma, terkadang menyebabkan efek negative.

Fiksi: sebagian besar psikoterapis menggunakan terapi yang didukung secara empiris.

Fakta: beberapa survey menunjukkan hanya sebagian kecil terpais yang menggunakan terapi yang didukung secara empiris untuk gangguan kecemasan, gangguan suasana hati, gangguan makan, dan berbagai kondisi lain.

Fakta tentang psikologi manusia

Fiksi: orang yang pernah mengalami trauma harus memproses trauma tersebut sepenuhnya untuk menjadi lebih baik.

Fakta: banyak atau sebagian besar pasien yang pernah mengalami trauma menjadi lebih baik dengan sendirinya. Selain itu, beberapa terapi yang mewajibkan pemrosesan semacam itu, sepeerti Tanya jawab kritis, tidak efektif atau mungkin berbahaya.

Fiksi: psikoterapi yang tidak mengatasi akar masalah menyebabkan munculnya gejala baru.

Fakta: tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa terapi perilaku dan terapi sejenis yang memfokuskan pada gejala baru menyebabkan munculnya gejala atau gangguan baru.

Demikianlah informasi mengenai fakta tentang psikologi manusia. Untuk melihat artikel terbaru silahkan lihat di Home. Artikel selanjutnya mengenai mitos tentang pengobatan depresi.

Fakta tentang psikologi manusia | | 4.5