Fakta tentang sakit jiwa

Fakta tentang sakit jiwa akan dibahas dibawah ini.

Fakta tentang sakit jiwa

Fiksi       : diagnosis sakit jiwa tidak bisa diandalkan.

Fakta tentang sakit jiwa yang pertama yaitu

Fakta: untuk sebagian besar gangguan kejiwaan mayor (seperti skizofrenia dan depresi mayor), tingkat keandalannya sama dengan gangguan medis mayor.

Fiksi: halusinasi hampir selalu merupakan tanda penyakit kejiwaan yang serius.

Fakta: sepuluh persen atau lebih mahasiswa dan masyarakat umum yang tidak menderita gangguan kejiwaan pernah mengalami halusinasi ketika tidak menggunakan obat obatan.

Fiksi: sebagian besar penderita fobia keramaian tidak bisa meninggalkan rumah mereka.

sakit jiwa

Fakta: hanya fobia keramaian parah menyebabkan penderitanya terus berada di dalam rumah.

Fiksi: sebagian besar orang yang mengalami trauma parah seperti peperangan, mengalami gangguan stress pascatrauma (Posttraumatic Stress Disorder/PTSD).

Fakta tentang sakit jiwa selanjutnya adalah

Fakta: bahkan pada trauma yang paling parah, hanya 35% orang yang biasanya mengalami PTSD.

Fiksi: gejala PTSD pertama terlihat setelah Perang Vietnam.

Fakta: penjelasan terperinci tentang PTSD setidaknya sudah ada sejak perang sipil A.S

Fiksi: sebagian besar fobia dapat ditarik hubungan langsungnya dengan berbagai pengalaman negative yang melibatkan objek yang ditakuti.

Fakta: sebagian besar orang yang fobia tidak melaporkan adanya pengalaman traumatis yang secara langsung melibatkan objek yang mereka takuti.

Fiksi: gangguan psikosomatis hanyalah seperti pikiran manusia.

Fakta: gangguan psikosomatris, sekarang disebut dengan gangguan psikofisiologi, merupakan kondisi fisik riil yang disebabkan atau diperparah oleh stress dan faktor psikologis lain. Gangguan tersebut meliputi asma, gangguan pencernaan, dan sakit kepala.

Fiksi: penderita hipokondriasis biasanya yakin mereka menderita berbagai penyakit.

Fakta: penderita hipokondriasis biasanya yakin mereka menderita satu penyakit serius yang tak terdeteksi, seperti kanker dan AIDS.

Fakta tentang sakit jiwa

Fiksi: gangguan makan, khususnya anoreksia dan bulimia, berhubungan dengan riwayat pelecehan seksual semasa kanak kanak.

Fakta: beberapa studi dengan control menunjukkan angka pelecehan seksual semasa kanak kanak di antara pasien gangguan makan mungkin tidak lebih dibanding pada pasien gangguan kejiwaan lain.

Fiksi: semua orang yang menderita depresi klinis mengalami kesedihan y ang mendalam.

Fakta: hingga sepertiga di antara orang dengan depresi klinistidak mengalami kesedihan mendalam, tetapi justru mengalami anhedonia yaitu ketidakmampuan untuk bergembira.

Fiksi: orang yang depresi kurang realistis dibanding orang yang tidak depresi.

Fakta: orang dengan depresi ringan cenderung lebih akurat dibanding orang yang tidak depresi dalam berbagai tugas laboratorium.

Fiksi: anak anak tidak bisa mengalami depresi parah.

Fakta: ada bukti kuat bahwa depresi klinis dapat terjadi pada anak anak.

Fiksi: bunuh diri biasanya terjadi tanpa peringatan.

Fakta: dua pertiga hingga tiga perempat orang yang bunuh diri telah menunjukkan niatnya kepada orang lain.

Fiksi: orang yang sering sekali bicara tentang bunuh diri tidak mungkin bunuh diri.

Fakta: sering berbicara tentang bunuh diri merupakan salah satu alat prediksi bunuh diri terbaik.

Fiksi: semua orang yang menggunakan heroin menjadi kecanduan.

Fakta: banyak pengguna rutin heroin tidak pernah kecanduan, dan sebagian orang berhenti kecanduan ketika pindah ke lingkungan baru.

Fakta tentang sakit jiwa seperti

Fiksi: sebagian besar waria adalah pria homoseksual.

Fakta tentang sakit jiwa yang terakhir yaitu

Fakta: waria sejati, yang mendapat kepuasan seksual dengan memakai baju wanita, hampir semuanya pria heteroseksual.

Demikian informasi mengenai fakta tentang sakit jiwa. Untuk melihat artikel terbaru silahkan lihat di Home. Artikel selanjutnya mengenai mitos pengobatan kesehatan.

Fakta tentang sakit jiwa | | 4.5