Konseling kekerasan dalam rumah tangga

Konseling rumah tangga bertujuan untuk:

  1. Membantu meredakan reaksi emosional dan menghilangkan perasaan traumatis klien dan keluarganya akibat yang timbul dari salah seorang anggota keluarganya.
  2. Meningkatkan fungsi sistem keluarga yang lebih efektif.
  3. Membantu anggota keluarga memperoleh kesadaran baru tentang pola relasi yang tidak berfungsi secara harmonis.
  4. Menciptakan cara cara baru dalam berinteraksi untuk mengatasi masalah keluarga.
  5. Memberi dukungan emosional kepada korban dan keluarganya untuk bangkit kembali merencanakan masa depannya.

Konseling rumah tangga  memiliki sasaran. Sasaran konseling adalah keluarga di mana terjadi kekerasan dalam rumah tangga, khususnya istri yang mengalami tindak kekerasan dari suami, mencakup kekerasan fisik, seperti pemukulan, penyiksaan yang mengarah kepada organ kelamin, pemaksaan alat kontrasepsi tertentu yang mengakibatkan kesakitan, kekerasan ekonomi seperti menelantarkan keluarga, kekerasan psikologis, seperti mengintimidasi, mendiskreditkan, mengusir, berbicara kasar dan menyakitkan terus menerus.

Konseling rumah tangga yang mengalami hal hal seperti :

  1. Istri yang mengalami tindak kekerasan fisik, ekonomi, maupun psikologis.
  2. Klien yang telah mendapat bantuan medis dari tindakan kekerasan fisik untuk mendapatkan pemulihan kesehatan psikologis.
  3. Klien yang akan atau sedang menghadapi proses bantuan hukum.
  4. Klien yang mengalami trauma psikis, frustasi, cemas dan depresi akibat kekerasan fisik dan psikis.

konseling kekerasan dalam rumah tangga

Parameter keberhasilan konseling rumah tangga

  1. Reaksi emosi klien dan anggota keluarga menjadi normal kembali, misalnya mulai saling mempercayai, saling menghargai, dan berkomunikasi terbuka dalam keluarga.
  2. Fungsi sistem keluarga mulai lebih harmonis sesuai dengan peran dan harapan diri dan masyarakat, misalnya mulai bertanggung jawab sesuai dengan harapan diri dan masyarakat.
  3. Klien dan anggota keluarga dapat memperoleh kesadaran baru bahwa pola hubungan selama ini tidak berfungsi secara harmonis dan sedang berusaha terus membangun pola hubungan yang semakin harmonis.
  4. Tercipta cara baru berinteraksi dalam keluarga untuk mengatasi masalah keluarga.
  5. Klien dan anggota keluarga mampu mengatasi masalah, seperti berusaha menerima kelebihan dan kelemahan diri, berusaha berkomunikasi secara jujur dan terbuka dengan orang lain, mampu menyatakan kemarahan secara tepat, berani mengambil resiko sebagai sikap pilihannya sendiri.
  6. Klien dan anggota keluarga mampu bangkit kembali merencanakan masa depan, seperti belajar dari kesalahan, dapat berusaha sendiri, mampu menghormati orang lain, bertanggung jawab, luwes, terbuka, memilih atas dasar fakta, mengusahakan keseimbangan, mendapat kebebasan dan ketergantungan dalam hubungan dekat, mulai mencoba tingkah laku baru, tidak terpuruk secara terus menerus menyalahkan diri sendiri, dan mulai merencanakan kehidupan selanjutnya.

konseling rumah tangga

Demikianlah informasi mengenai konseling rumah tangga. Untuk melihat artikel terbaru silahkan kunjungi home page. Artikel berikutnya mengenai teknik konseling tahap demi tahap.

Konseling kekerasan dalam rumah tangga | | 4.5