Lingkungan dan Gender dalam Kehidupan

Lingkungan dan gender dalam kehidupan memang saling berkaitan erat satu dengan yang lain. Secara garis besar, ada dua jenis lingkungan yaitu lingkungan alam dan lingkungan sosial. Berdasarkan hubungan antara manusia dan lingkungan, ada lingkungan yang sudah akrab, dan lingkungan asing. Respon manusia terhadap lingkungan tidak terlepas dari bagaimana manusia mempersepsi lingkungan tersebut.

Lingkungan yang sudah akrab, seperti rumah memberi peluang besar untuk tercapainya keadaan seimbang karena lingkungan dipersepsi dalam batas optimal, sehingga cenderung dipertahankan. Dengan begitu, hubungan lingkungan dan gender tertentu menjadi harmonis. Lingkungan asing cenderung menimbulkan stress, karena lingkungan dipersepsi di atas batas optimal atau di bawah batas optimal sehingga cenderung dijauhi. Akibat dari kemungkinan kedua adalah stress dan manusia harus melakukan perilaku penyesuaian. Stress adalah suatu keadaan di mana lingkungan mengancam dan membahayakan keberadaan, kesejahteeraan dan kenyamanan diri seseorang.

Berhubung lingkungan mengalami perubahan, entah karena faktor alami lingkungan itu sendiri atau sebagai konsekuensi dari keberadaan manusia yang semakin bertambah jumlahnya sehingga dapat menimbulkan beberapa masalah, maka diperlukan strategi untuk mengubah keadaan agar lingkungan dan gender tetap dalam keadaan seimbang dan harmonis, dengan dua cara yaitu mengubah perilaku agar sesuai dengan lingkungan dan mengubah lingkungan agar sesuai dengan perilaku. Kedua strategi ini, mengubah lingkungan atau mengubah perilaku, menjadi tugas manusia.

Lingkungan yang ramah gender adalah lingkungan yang sesuai dengan perilaku manusia, atau perilaku manusia yang sesuai dengan lingkungan, dimana keduanya tidak saling merugikan. Dalam lingkungan yang ramah gender, hak hak manusia atas manfaat dari lingkungan.

Lingkungan dan gender

Peran manusia dalam menciptakan lingkungan dan gender yang harmonis

Manusia merupakan agen perubahan, maka manusia harus berupaya keras untuk mewujudkan, menata dan mengembangkan lingkungan yang ramah terhadap perempuan dan setiap individu yang berada di dalamnya merasa aman, nyaman, terlindungi hak hak individu dan sosialnya, serta tetap terpelihara sumber daya lingkungan yang bermanfaat untuk kesejahteraan manusia dan lingkungan itu sendiri.

Tugas mewujudkan, menata dan mengembangkan lingkungan yang ramah terhadap perempuan pada dasarnya menjadi tugas bersama yang secara terstruktur tertata dalam sebuah sistem lingkungan yang berlaku di bawah tanggung jawab seorang pemimpin lingkungan.

Di tangan pemimpin apakah itu laki laki atau perempuan yang mempunyai visi lingkungan yang ramah terhadap perempuan dan menerapkannya dalam manajemen kepemimpinan di lingkungannya, akan meningkatkan produktivitas kerja, terjadi kompetisi sehat, dan jauh dari dampak psikologis negative lingkungan.

Sikap eksploitatif, dominasi, dan otoriter bukan sekedar membawa petaka pada lingkungan, tetapi merusak perilaku manusia yang berada dalam lingkungan tersebut.

Demikianlah informasi mengenai lingkungan dan gender. Untuk artikel terbaru silahkan kunjungi Home. Artikel berikutnya mengenai aspek pengembangan diri dalam keluarga.

Lingkungan dan Gender dalam Kehidupan | | 4.5