Mitos kecerdasan intelektual

Mitos kecerdasan intelektual akan dibahas dibawah ini.

fakta dan mitos kecerdasan intelektual

Fiksi: orang yang sangat genius memiliki tubuh yang lebih lemah dibanding orang lain.

Fakta: dengan pengecualian yang sangat jarang, orang yang sangat genius cenderung memiliki kesehatan fisik yang lebih baik dibanding orang lain.

kecerdasan intelektual

Fiksi: nilai IQ hampir tidak pernah berubah sepanjang waktu.

Fakta: meskipun cenderung cukup stabil saat dewasa, nilai IQ tidak stabil saat anak anak. Selain itu, perubahan sebesar 5-10 angka dalam jangka waktu beberapa bulan juga bisa terjadi pada orang dewasa.

Fiksi: nilai IQ tidak berhubungan dengan prestasi di sekolah.

Fakta: dengan ketepatan kadang hingga tinggi, nilai IQ bisa meramalkan nilai di sekolah, termasuk sekolah menengah atas dan perguruan tinggi.

Fiksi: psikotes dan tes terstandar lain dapat dilatih.

Fakta: sebagian studi menunjukkan bahwa total nilai psikotes hanya naik rata rata 20 angka setelah pelatihan.

Fiksi: kegeniusan dan kegilaan memiliki hubungan dekat.

Fakta: tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa IQ tinggi menyebabkan gangguan mental. Sebaliknya, nilai IQ penderita skizofrenia cenderung lebih sedikit rendah dibanding orang biasa.

Fiksi: keterbelakangan mental adalah satu kondisi yang sama.

Fakta: ada lebih dari 500 penyebab genetic keterbelakangan mental selain penyebab lingkungan, seperti kecelakaan saat dilahirkan.

Fiksi: sebagian besar penderita keterbelakangan mental sangat terbelakang.

Mitos kecerdasan intelektual

Fakta: sekitar 85% penderita keterbelakangan mental di masukkan dalam kategori terbelakang ringan.

Fiksi: tidak ada hubungan antara otak dan IQ

Fakta: ukuran otak dan IQ memiliki korelasi sedang pada manusia.

Fiksi: para wanita adalah pengemudi yang buruk dibanding pria.

Fakta: bahkan dengan mengendalikan fakta bahwa pria lebih banyak mengemudi dibanding wanita, pria terlibat kecelakaan mobil 70% lebih banyak dibanding wanita, mungkin karena pria lebih mengambil resiko saat mengemudi.

Fiksi: terobosan kreatif terjadi ketika ilham mendadak muncul.

Fakta: studi pencitraan otak mengungkapkan bahwa sebelum seseorang mendadak jawaban pertanyaan dengan kreatif, bagian otak yang terlibat dalam penyelesaian masalah, seperti cuping depan, telah aktif.

Mitos kecerdasan intelektual manusia

Mitos kecerdasan intelektual terakhir

Fiksi: tingkat motivasi yang sangat tinggi biasanya membantu ketika menyelesaikan masalah yang sulit.

Fakta: tingkat motivasi yang tinggi biasanya mengganggu kinerja ketika menghadapi masalah yang sulit.

Demikianlah informasi mengenai mitos kecerdasan intelektual. Untuk melihat artikel terbaru lainnya silahkan lihat di Home. Artikel berikutnya mengenai mitos tentang cara belajar.

Mitos kecerdasan intelektual | | 4.5