Mitos kondisi hipnosis

Mitos kondisi hipnosis dimulai dari akhir tahun 1800-an, dimulai dari pendapat bahwa orang yang dihipnosis memasuki kondisi seperti tidur di mana mereka kehilangan kemauan, tidak menyadari keadaan di sekitarnya, dan lupa apa yang terjadi sesudahnya. Fakta bahwa awalan “hypno” dalam bahasa yunani berarti tidur mungkin membantu berkembangnya kesalahpahaman ini.

Penelitian membuktikan bahwa kepercayaan yang di terima secara luas oleh masyarakat tentang mitos kondisi hipnosis ternyata salah. Orang yang dihipnosis bukan robot yang tidak bisa berpikir. Mereka bisa menolak dan bahkan menentang sugesti hipnotis dan mereka tidak akan melakukan apa pun yang tidak sesuai dengan sifat mereka, misalnya melukai orang yang tidak mereka sukai, selama atau setelah dihypnosis. Jadi hypnosis tidak bisa mengubah orang yang lembut menjadi pembunuh berdarah dingin.

Mitos kondisi hipnosis

Hypnosis tidak lebih dari tidur palsu karena studi gelombang otak mengungkapkan bahwa orang yang dihipnosisi sangat sadar. Selain itu, orang orang juga bisa menuruti sugesti yang disampaikan saat mereka terjaga dan berolahraga dengan sepeda statis, seperti halnya sugesti mereka mengikuti sugesti untuk tidur dan relaks.

Jika kondisi peralihan tidak dibutuhkan untuk hypnosis, apa yang menentukan tingkat keberhasilan sugesti hipnotis? Tingkat keberhasilan sugesti hipnotis bergantung pada motivasi, kepercayaan, imajinasi, dan harapan seseorang, serta reaksi mereka terhadap sugesti tanpa hypnosis. Mereka merasa berada dalam kondisi kesadaran lain hanyalah satu di antara sekian banyak efek subjektif sugesti dan tidak diperlukan untuk merasakan efek lain yang disugestikan.

Bukti akan kondisi trans atau kondisi kesadaran lain dalam hypnosis menuntut para peneliti menemukan tanda fisiologis yang jelas untuk tanggapan partisipan terhadap sugesti hipnotis untuk memasuki trans, meskipun para peneliti telah bekerja keras, tidak ada bukti semacam ini yang muncul.

Jadi tidak ada alasan untuk memercayai mitos kondisi hipnosis. Alih alih, hypnosis tampaknya hanya satu di antara sekian banyak prosedur untuk meningkatkan reaksi seseorang terhadap sugesti. Akan tetapi, sugesti hipnotis bisa benar benar mempengaruhi fungsi otak. Bahkan studi neurobiology tentang hypnosis menunjukkan baha daerah singulum anterior otak berperan penting dalam perubahan kesadaran selama hypnosis.

Mitos kondisi hipnosis seperti

Meskipun menarik, beberapa kondisi temuan ini tidak menunjukkan kondisi kesadaran lain dalam hipnosisi. Temuan tersebut hanya menunjukkan kepada kita bahwa hypnosis mengubah otak dengan cara tertentu. Hal tersebut hampir tidak mengejutkan karena fungsi otak juga berubah dalam kondisi relaks, kelelahan, berkonsentrasi penuh, dan berbagai kondisi lain yang hanya berbeda tingkat dengan kesadaran normal.

Demikianlah informasi mengenai mitos kondisi hipnosis. Untuk melihat artikel terbaru silahkan lihat di Home. Artikel selanjutnya mengenai mitos belajar sambil tidur.

Mitos kondisi hipnosis | | 4.5