Mitos masalah sosial pelecehan seksual

Mitos masalah sosial pelecehan seksual, perubahan kepribadian yang sangat kentara akibat pelecehan semasa kanak kanak adalah keberanian yang sudah jelas dan tidak perlu dibuktikan lagi di kalangan psikologi populer. Bisa dipahami jika banyak orang awam percaya bahwa pelecehan pada anak berkaitan erat dengan perubahan kepribadian.

Mitos masalah sosial pelecehan seksual

pelecehan seksual

Namun penelitian menyangsikan beberapa klain yang diterima secara luas mengenai korban pelecehan seksual. Penelitian tentang mitos ini semasa kanak kanak dan psikopatologi ketika dewasa memberikan pelajaran yang berharga, tetapi tidak dihargai, yaitu sebagian besar anak kecil bersikap tabah ketika menghadapi pemicu stress. Psikologi populer telah meremehkan ketabahan anak kecil dengan sering menggambarkan mereka sebagai makhluk rapuh yang mudah pecah ketika menghadapi kejadian yang memicu stress. Namun, mitos kerapuhan anak kecil bertentangan dengan bukti ilmiah.

Sebenarnya, sebagian besar studi yang dirancang lebih baik menunjukkan bahwa anak anak hampir selalu menganggap perceraian menyebabkan stress, tetapi banyak di antara mereka yang bertahan melewati perceraian tanpa banyak mengalami kerusakan psikologis jangka panjang. Secara garis besar, penelitian ini menunjukkan bahwa hampir 90% anak dapat menghadapi perceraian orangtua mereka dengan sangat baik. Selain itu, ketika orangtua mengalami perselisihan sengit sebelum perceraian, efek negative perceraian sepertinya sangat kecil. Hal tersebut kemungkinan karena anak anak menganggap perceraian adalah jalan keluar untuk perselisihan sengit orangtua mereka.

Mitos masalah sosial pelecehan seksual

Sebagai upaya untuk menjelaskan perbedaan besar antara pendapat klinis dan mitos masalah sosial pelecehan seksual, bias pemilihan muncul sebagai tersangka utama. Hampir semua orang yang ditemui para dokter dalam praktik mereka setiap hari adalah orang yang tertekan, termasuk mereka yang pernah mengalami pelecehan. Oleh karena itu, para dokter bisa tergoda menciptakan korelasi semu antara pelecehan semasa kanak kanak dan psikopatologi. Jika para dokter dalam terapi berinteraksi sama banyaknya dengan orang yang tidak tertekan sebagaimana mereka berinteraksi dengan klien yang tertekan, mereka mungkin mendapati kisah pelecehan semasa kanak kanak diceritakan sama seringnya.

Demikianlah informasi mengenai mitos masalah sosial pelecehan seksual. Untuk artikel terbaru silahkan lihat di Home. Artikel selanjutnya mengenai mitos karakter seseorang berdasarkan tulisan tangannya.

Mitos masalah sosial pelecehan seksual | | 4.5