Mitos mendengarkan musik Mozart untuk bayi

Mitos mendengarkan musik Mozart untuk bayi dalam kandungan memang sudah banyak diketahui orang, namun ada yang percaya dan ada yang tidak. Tidak banyak kualitas atau kuantitas yang lebih dihargai dalam masyarakat daripada kecerdasan dan prestasi intelektual. Jika menyangkut prestasi akademis, orangtua senang sekali menyombongkan kecerdasan anak mereka.

Di dunia yang kejam saat ini, dapat dipahami jika banyak orangtua ingin anak mereka memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan teman sekelas mereka. Fakta yang tak dapat dimungkiri ini memunculkan pertanyaan menarik, yaitu bisakan orang tua memberi bekal sejak awal dengan merangsang kecerdasan anak sejak bayi, mungkin hanya beberapa bulan, beberapa minggu, atau bahkan beberapa hari setelah anak lahir?

mitos mendengarkan music Mozart untuk bayi

mitos mendengarkan musik Mozart untuk bayi

Hal ini mungkin terdengar seperti fiksi ilmiah futuristic. Namun mitos mendengarkan musik Mozart untuk bayi dalam kandungan rupanya berubah menjadi kenyataan pada tahun 1993 dengan diterbitkannya artikel dalam salah satu jurnal ilmu pengetahuan paling bergengsi di dunia, Nature. Dalam artikel tersebut, peneliti melaporkan bahwa mahasiswa yang mendengarkan sonata piano Mozart selama  menit saja menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam tes kemampuan sosial. Efek Mozart – istilah yang diciptakan oleh ahli fisika Alfred Tomatis (1991) dan kemudian dipopulerkan oleh musisi Don Campbell (1997) untuk menyebut kemungkinan peningkatan kecerdasan setelah mendengarkan music klasik – lahirlah sudah.

Temuan tahun 1993 itu tidak menyebutkan apa paun tentang peningkatan jangka panjang kemampuan spasial, apalagi kecerdasan secara umum. Peningkatan ini hanya terjadi pada satu tugas yang dikerjakan segera setelah mendengarkan music Mozart. Temuan tersebut juga tidak menyebutkan apa pun tentang efek musik Mozart pada bayi karena studi aslinya hanya meneliti mahasiswa. Mitos mendengarkan musik Mozart untuk bayi dalam kandungan tentu saja berbeda dengan mahasiswa.

Beberapa peneliti yang berusaha meniru temuan asli Nature melaporkan tidak ada atau sedikit sekali efek nya. Analisis yang menggabungkan hasil berbagai studi mengungkapkan bahwa efek Mozart sangatlah kecil dan masa berlakunya sangat pendek, biasanya satu jam atau kurang. Tidak ada studi pada anak anak yang telah diterbitkan, apalagi pada bayi, yang seharusnya merasakan efek Mozart.  Tidak ada bukti yang menunjujkkan bahwa musik Mozart meningkatkan kecerdasan pada orang dewasa apalagi bayi. Tentu saja, memperkenalkan anak anak kepada musik Mozart atau composer besar lain merupakan ide yang sangat baik karena music semacam itu dapat membuat anak bersemangat. Namun, para orangtua yang berharap mengubah bayi mereka menjadi genius dengan memperdengarkan Amadeus kepada bayi mereka lebih baik menyimpan uang mereka.

mitos mendengarkan music Mozart untuk bayi dalam kandungan

Mitos mendengarkan musik Mozart untuk bayi dalam kandungan menjadi populer setelah munculnya Efek Mozart bukan pertama kali para pengusaha memanfaatkan keinginan para orangtua yang ingin meningkatkan kecerdasan bayi mereka. Banyak di antara para pemasar ini yang memanfaatkan pernyataan yang telah menyebar luas, tetapi tidak cukup memiliki bukti, bahwa tiga tahun pertama kehidupan merupakan masa yang sangat penting untuk perkembangan kecerdasa bayi. Jadi sekali lagi, tidak ada bukti yang menyatakan bahwa ada perkembangan yang signifikan atau ada perkembangan kecil pada kecerdasan bayi yang diperdengarkan kepada music Mozart pada saat di kandungan ataupun bayi yang berusia dibawah 3 tahun.

Demikianlah informasi mengenai mitos mendengarkan musik Mozart untuk bayi. Untuk artikel terbaru lainnya silahkan kunjungi home. Artikel berikutnya mengenai mitos masalah psikologi pada remaja.

Mitos mendengarkan musik Mozart untuk bayi | | 4.5