Mitos mendidik anak hingga dewasa

Mitos mendidik anak, bagaimana anda menjadi seperti diri anda saat ini? Ini pertanyaan paling mendasar yang bisa kita ajukan tentang kepribadian. Renungkan sejenak, dan kemungkinan anda akan mendapat banyak jawaban. Jika anda seperti kebanyakan orang, kemungkinan besar banyak di antara jawaban anda yang berhubungan dengan cara anda dibesarkan oleh orang tua.

Mitos mendidik anak berasal dari asumsi pengasuhan anak yang berbeda beda

Mitos mendidik anak berasal dari asumsi pengsuhan juga menjadi landasan sejumlah teori yang mengandalkan sosialisasi orangtua dan anak sebagai faktor yang memengaruhi perkembangan kepribadian. Anak anak yang mempelajari pemahaman akan moralitas dengan melihat orangtua berjenis kelamin sama dan menggabungkan sistem nilai orangtua mereka tersebut dalam kepribadian mereka. Teori pembelajaran sosial mengatakan bahwa perilaku sebagian besar meniru tindakan orangtua kita dan sosok berkuasa lain. Fakta bahwa kepribadian kita sebagian besar dibentuk oleh sosialisasi orangtua merupakan hal yang tak dapat disangkal lagi. Atau benarkan begitu?

Mitos mendidik anak

Memang, mitos mendidik anak mengatakan bahwa anak anak cenderung mirip dengan orangtua mereka sampai ke tingkat tertentu dalam kepribadian mereka. Namun, temuan ini tidak menunjukkan bahwa kemiripan tersebut dihasilkan oleh kesamaan lingkungan karena orangtua biologis dan anak mereka tidak hanya memiliki lingkungan yang sama, tetapi juga gen. untuk membuktikan asumsi pengasuhan, kita harus menemukan cara yang sistematis untuk memisahkan gen dari lingkungan.

Hasil studi terhadap kembar identik dan kembar virtual menunjukkan bahwa kemiripan anda dengan orangtua dalam sifat supel, mudah gelisah, kecenderungan merasa bersalah, dan berbagai sifat lain, hampir sepenuhnya disebabkan kesamaan gen anda dengan mereka. Penelitian ini juga memberikan beberapa saran yang bertentangan dengan intuisi untuk orangtua dan calon orangtua. Jika anda mudah stress dan menginginkan anak anda menjadi orang dewasa yang bebas stress, jangan terlalu stress memikirkannya. Gaya mengasuh anda tidak akan memiliki dampak jangka panjang terhadap tingkat kegelisahan anak anda seperti yang anda bayangkan.

Itu tidak berarti lingkungan yang sama tidak memberikan efek terhadap diri kita. Pada satu sisi, lingkungan yang sama biasanya memberikan pengaruh kecil terhadap kepribadian semasa kanak kanak. Namun, efek lingkungan yang sama biasanya menghilang begitu anak meninggalkan rumah dan berinteraksi dengan guru dan teman sebaya.

Mitos mendidik anak seperti

Cara pengasuhan yang sangat sembrono atau kurang cakap kemungkinan dapat menimbulkan efek negative ketika dewasa. Namun, dalam cakupan luas dari apa yang disebut lingkungan yang rata rata dapat diharapkan, yaitu lingkungan yang menyediakan semua kebutuhan anak anak mulai makanan, cinta, hingga rangsang intelektual, pengaruh lingkungan yang sama terhadap kepribadian hampir tidak terlihat. Setidaknya ada satu ciri psikologis penting yang tampaknya dipengaruhi oleh lingkungan yang sama, yaitu perilaku antisocial. Beberapa studi tentang mitos mendidik anak terhadap anak yang diadopsi oleh keluarga penjahat sering menunjukkan bahwa dibesarkan oleh penjahat meningkatkan risiko seseorang melakukan kejahatan ketika dewasa.

Mudah sekali melihat alasan sebagian besar orang, termasuk orang tua, menganggap asumsi pengasuhan sangat masuk akal. Kita mengamati orangtua dan anak cenderung memiliki kepribadian yang sama, dan kita menghubungkan kesamaan ini dengan sesuatu yang dapat kita lihat – cara pengasuhan – bukannya dengan sesuatu yang tidak dapat kilta lihat – gen.  fakta bahwa cara pengasuhan mendahului kesamaan antara orangtua dan anak tidak berarti cara pengsuhan menyebabkan kesamaan tersebut.

Demikian informasi mengenai mitos mendidik anak. Artikel terbaru bisa dilihat di Home. Artikel berikutnya mengenai mitos penyebab tekanan psikologis.

Mitos mendidik anak hingga dewasa | | 4.5