Mitos penyakit pikun pada usia lanjut

Mitos penyakit pikun pada usia lanjut, bayangkan seseorang yang sesuai dengan gambaran ini: pemarah, eksentrik, suka membantah, takut berubah, depresi, tidak mengikuti perkembangan teknologi, kesepian, sangat bergantunga pada orang lain, fisiknya lemah dan pelupa. Kita pasti tidak akan terkejut jika kita membayangkan lansia yang bungkuk, keriput dan gemetar karena gambaran yang kita terima tepat sekali dengan stereotip umum, tetapi tidak akurat untuk seluruh lansia.

Mitos penyakit pikun pada usia lanjut memang banyak dipercayai orang. Banyak orang yang menganggap bahwa sebagian besar lansia mengalami depresi, kesepian, mudah marah, gairah seksual rendah, dan pikun atau menunjukkan tanda awal kepikunaan. Penelitian menunjukkan bahwa banyak remaja dan orang dewasa yang setuju bahwa sebagian besar lansia merasa kesepian dan terasing, dan menjadi mudah marah. Dengan banyaknya media yang menjual ketakutan tentang masalah penuaan yang tampaknya tak terelakkan lagi, tidak mengherankan jika mitos penyakit pikun pada usia lanjut sangat banyak dan prasangka terhadap mereka juga semakin besar.

penyakit pikun

Sangat berbeda dengan anggapan ini, penelitian menghancurkan mitos yang mengatakan bahwa usia tua ( dimulai dari usia 60 tahun) umumnya berkaitan dengan ketidakpuasan dan kepikunan. Responden muda meramalkan bahwa manusia pada umumnya akan merasa kurang bahagia ketika mereka beranjak tua. Namun, responden lansia sebenarnya lebih bahagia pada usia mereka saat itu dibanding responden yang lebih muda. Hasil survey mengungkapkan bahwa tingkat depresi yang paling tinggi ada pada usia 25-45 tahun dan kelompok orang paling bahagia adalah pria berusaha 65 tahun atau lebih.

Meskipun bukan merupakan akibat penuaan yang tak terelakkan, depresi masih menimpa sekitar 15% lansia. Namun, banyak kasus depresi dalam kelompok usia ini mungkin tidak disebabkan oleh penuaan secara biologis, tetapi oleh kondisi medis dan penyakit, efek samping pengobatan, keterkucilan di masyarakat, dan kejadian dalam hidup seperti kematian sahabat.

Mitos penyakit pikun pada usia lanjut dengan penjelasan lain.

Mitos penyakit pikun pada usia lanjut

Sangat wajar bila kita mengalami sedikit kehilangan ingatan ketika tua, termasuk menjadi agak pelupa dan kesulitan mengingat kembali kata kata dalam pembicaraan. Namun, kehilangan ingatan parah yang dikaitkan dengan penyakit Alzheimer dan bentuk gangguan pikiran kronis lain yang mengganggu kemandirian kita bukan merupakan akibat penuaan. Penderita Alzheimer sering mengalami tersesat di berbagai tempat yang familier, perubahan kepribadian, kehilangan kemampuan bahasa, sulit belajar, dan masalah dalam menyelesaikan tugas sehari hari yang sederhana.

Kesalahpahaman terakhir tentang lansia adalah mereka tidak bisa mempelajari keahlian baru atau bingung dengan peralatan modern. Seperti yang dikatakan pepatah, kamu tidak bisa mengajar trik baru kepada anjing tua.

Demikianlah informasi mengenai mitos penyakit pikun pada usia lanjut. Untuk artikel terbaru lainnya silahkan lihat di Home. Artikel berikutnya mengenai mitos psikologi perasaan manusia.

Mitos penyakit pikun pada usia lanjut | | 4.5