Mitos Pesan Subliminal

Mitos pesan subliminal memang sudah berkembang luas. Banyak di antara kita mengetahui bahwa ahli ilmu jiwa dan pengiklan dapat menyajikan gambar dan suara dengan sangat singkat atau sangat kabur sehingga kita tidak dapat menangkapnya. Namun, dapatkah rangsang lemah seperti itu mempengaruhi perilaku kita dengan sangat kuat? Ada industry yang menguntungkan yang berharap anda percaya jawabannya adalah “ya”.

Hal yang menarik tentang mitos pesan subliminal, ada bukti yang menunjukkan bahwa dalam penelitian laboratorium dengan control ketat, para ahli ilmu jiwa dapat mendemonstrasikan efek subliminal yang kecil dan tidak berlangsung lama. Dalam beberapa percobaan ini, para peneliti menyorotkan kata atau gambar pendahuluan di layar dengan sangat cepat sehingga orang yang melihat tidak mengetahui apa yang disorotkan di layar. Dalam bahasa khas psikologi, rangsang pendahuluan meningkatkan kecepatan atau keakuratan yang dapat kita gunakan untuk mengidentifikasi rangsang berikutnya. Kemudian para peneliti menentukan apakah arti atau muatan isi rangsang pendahuluan tersebut memengaruhi tanggapan orang untuk melakukan tugas tertentu, seperti menyelesaikan satu kata tanpa kehilangan satu huruf pun atau menilai emosi dalam foto. Misalnya para peneliti memperlihatkan dengan sangat cepat wajah tersenyum atau wajah cemberut pada beberapa orang. Dengan reflex cepat, orang orang yang dilihatkan kedua foto tersebut menilai bahwa mereka menilai kurang baik pada foto orang yang cemberut dibanding foto orang yang tersenyum. Para peneliti juga dapat memengaruhi perilaku verbal karena ketika tema yang sama dalam serangkain kata pendahuluan yang disorotkan dengan sangat cepat meningkatkan peluang seseorang memilih kata terkait dari daftar pilihan. Dari penjelasan tersebut mitos pesan subliminal sangatlah lemah.

pesan subliminal

Mitos pesan subliminal

Subliminal artinya “di bawah limen”. Limen, yang lebih dikenal dengan “ambang sensoris” merupakan kisaran sempit ketika rangsang yang mulai menghilang berubah dari hampir bisa dideteksi menjadi hampir tidak bisa dideteksi. Jika rangsang yang diberikan adalah kata atau frasa, rintangan pertama yang harus dilaluinya adalah ambang deteksi sederhana. Itu adalah titik ketika orang mulai sedikit menyadari bahwa peneliti telah menunjukkan banyak hal meskipun mereka tidak bisa mengidentifikasi apa yang mereka lihat atau dengar. Peneliti harus memberikan rangsang dalam jangka waktu yang lebih lama dan dengan intensitas yang lebih tinggi untuk mencapai tahap kesadaran berikutnya, yaitu ambang pengenalan. Pada titik tersebut, seseorang bisa menyebutkan dengan tepat apa yang mereka dengar atau lihat. Jika rangsang memiliki energy yang sangat kecil, atau sangat dikaburkan oleh suara berisik sehingga tidak dapat memicu tanggapan psikologi di mata atau telinga reseptor, rangsang itu tidak bisa memengaruhi apa pun yang dipikirkan, dirasakan, atau dilakukan seseorang. Titik. Pesan yang ada di zona abu abu antara ambang deteksi dan pengenalan, atau zona yang tidak kita perhatikan, terkadang memengaruhi emosi atau perilaku kita. Dengan ditambah keterangan tersebut menambah lemah mitos pesan subliminal.

Industry motivasi diri subliminal berharap anda memercayai pernyataan bahwa otak anda memahami dan bertindak berdasarkan arti rumit frasa yang ditunjukkan dengan sangat lemah atau dikaburkan dengan rangsang yang lebih kuat. Selanjutnya, mereka mengatakan bahwa rangsang subliminal yang tersembunyi ini sangat efektif karena meresap ke alam bawah sadar sehingga mereka dapat mengendalikan tindakan anda seperti dalang yang tak terlihat. Psikologi modern menyetujui bahwa sebagian besar proses berpikir kita berlangsung di luar kesadaran kita. Otak kita mengerjakan banyak sekali tugas dalam sekali waktu tanpa mengawasinya secara sadar.

mitos pesan subliminal

Tes terhadap berbagai produk motivasi diri subliminal juga mengecilkan hati. Pada sebuah hasil penelitian terhadap kaset subliminal yang dijual bebas diklaim dapat meningkatkan ingatan atau kepercayaan diri. Hasilnya yaitu fenomena efek placebo semu karena sebenarnya mereka tidak mengalami kemajuan, tetapi merasa mengalami kemajuan.

Meskipun konsep dari mitos pesan subliminal berhasil dipatahkan dengan meyakinkan oleh komunitas ilmiah, iklan subliminal masih sering muncul. Namun, para ahli produksi iklan mengatakan bahwa penyisipan yang tidak disengaja semacam ini mustahil terjadi mengingat canggihnya teknologi yang digunakan dalam pembuatan iklan itu. Mungkin jawaban terakhir harus diberikan oleh juru bicara industry periklanan sendiri, yang sangat mengandalkan kemampuan membujuk orang membeli barang barang yang mungkin atau tidak mereka butuhkan. Iklan subliminal tidak ada kecuali dalam kesadaran public, setidaknya tidak ada dalam iklan konsumen. Tak seorang pun menghiraukannya karena membuat orang orang terkesan dengan menghujani mereka gambar gambar mencolok pun sudah cukup sulit.

Demikianlah informasi mengenai mitos pesan subliminal. Untuk mengetahui artikel terbaru lainnya silahkan lihat di Home. Artikel berikutnya mengenai mitos psikologi otak manusia.

Mitos Pesan Subliminal | | 4.5