Mitos psikologi otak manusia

Mitos psikologi otak manusia memang sudah banyak dan sudah menyebar luas. Dibawah ini akan diperlihatkan antara fiksi dan fakta dari mitos psikologi otak manusia.

Mitos psikologi otak manusia

otak manusia

Fiksi       : kita membutuhkan otak utuh agar dapat berfungsi secara efektif.

Fakta     : sebagian orang yang pernah menjalani pengambilan salah satu hemisfer otak saat kecil karena sakit dapat  berfungsi dengan baik saat dewasa.

Fiksi       : manusia modern memiliki otak lebih besar dibandingkan otak manusia purba.

Fakta     : otak manusia purba mungkin sedikit lebih besar dibanding otak kita.

Fiksi       : area aktivasi pada pemindaian otak berarti daerah otak menjadi lebih aktif.

Fakta     : area aktivasi pada pemindaian otak manusia terkadang berarti daerah otak tertentu menghambat daerah lain.

Fiksi       : sel saraf baru tidak tumbuh pada manusia dewasa.

Fakta  : penelitian yang relatif baru menunjukkan adanya pertumbuhan saraf baru di beberapa bagian otak orang dewasa, khususnya hipokampus.

Fiksi       : manusia dewasa kehilangan sekitar 100.000 saraf setiap hari.

Fakta     : kita memang kehilangan sel saraf setiap hari, tetapi jumlah yang sebenarnya mungkin hanya sekitar sepersepuluh dari jumlah tersebut.

Fiksi       : orang buta memiliki indra pendengaran dan peraba yang berkembang dengan sangat baik.

Fakta     : bukti bahwa orang buta memiliki kemampuan yang lebih baik dalam beberapa indra lain, termasuk pendengaran, peraba, atau penciuman masih meragukan.

Fiksi       : orang buta bisa mendeteksi rintangan dari jauh dengan merasakan panas dan tekanan di dahi mereka.

Fakta     : tidak ada bukti untuk pernyataan ini.

Fiksi       : koma adalah keadaan tidur nyenyak.

Fakta     : orang yang koma tidak tidur.

Fiksi  : kita bisa membangunkan orang dari koma dengan memperdengarkan lagu kesukaan mereka.

Fakta     : tidak ada bukti ilmiah bahwa orang bisa dibangunkan dari koma dengan memperdengarkan lagu kesukaan mereka atau rangsangan familier lainnya.

Fiksi       : alkohol membunuh sel otak.

Fakta     : alkohol tampaknya tidak membunuh sel otak, meskipun dapat merusak “dendrit” yang merupakan pintu gerbang yang mengirimkan pesan ke dalam sel saraf.

Fiksi       : efek utama alkohol adalah merangsang otak.

Fakta     : alkohol pada dasarnya adalah obat antidepresi, dan umumnya hanya berfungsi sebagai perangsang jika diminum dalam dosis rendah.

Fiksi       : alkohol meningkatkan gairah seksual.

Fakta  : alkohol cenderung menghambat gairah dan aktivitasseksual, khususnya jika diminum dalam dosis tinggi.

Fiksi       : seseorang selalu bisa mendeteksi alkohol melalui nafas.

Fakta     : seseorang tidak selalu bisa mendeteksi alkohol melalui nafas.

Fiksi       : alkohol mempercepat tidur.

Fakta     : meskipun hanya menyebabkan peminumnya tidur lebih cepat, alkohol biasanya membuat orang tidak bisa tidur nyenyak, seringkali menyebabkan seseorang terbangun pada tengah malam.

Fiksi       : alkohol menghangatkan tubuh.

Fakta  : meskipun minum alkohol ketika suhu dingin dapat membuat kita merasa lebih hangat, hal itu sebenarnya mengakibatkan hilangnya panas tubuh sehingga tubuh menjadi dingin.

Fiksi      : lebih mudah menjadi mabuk di ketinggian, misalnya ketika terbang menggunakan pesawat terbang.

Fakta     : beberapa studi menunjukkan bahwa tempat yang lebih tinggi tidak mengakibatkan orang lebih mudah mabuk.

Fiksi       : penilaian yang buruk setelah minum alkohol hanya terjadi setelah terlihat tanda tanda mabuk yang jelas.

Fakta     : penilaian yang buruk dapat terjadi sebelum tanda tanda mabuk terlihat jelas.

Fiksi       : minum kopi merupakan cara yang baik untuk tetap sadar setelah minum banyak alkohol.

Fakta     : minum kopi tidak akan membantu saat mabuk, tetapi hanya mengubah kita menjadi pemabuk yang sadar.

Fiksi  : bergantian minum berbagai jenis alkohol lebih menyebabkan orang mabuk dibandingkan hanya minum satu jenis alkohol.

Fakta     : jumlah total akohol yang diminum, bukan jenisnya yang menentukan resiko mabuk.

Fiksi       : seseorang tidak bisa menjadi pecandu alkohol hanya dengan minum bir.

Fakta     : tidak benar.

Fiksi       : sebagian besar orang yang mengalami cedera otak terlihat dan bertingkah laku seperti orang cacat.

Fakta     : sebagian besar orang yang mengalami cedera otak terlihat normal dan bertingkah laku normal selain sedikit lemah dalam tes neuropsikologi.

Mitos psikologi otak manusia

Fiksi       : setelah mengalami cedera kepala, resep terbaiknya adalah beristirahat.

Fakta     : setelah mengalami cedera kepala, resep terbaik nya adalah kembali beraktivitas secara perlahan.

Fiksi       : cedera kepala tidak bisa menyebabkan kerusakan otak kecuali orang tersebut jatuh tak sadarkan diri.

Fakta     : kerusakan otak yang terdeteksi dalam tes saraf dan neuropsikologi dapat terjadi meskipun orang tersebut tidak pingsan.

Fiksi       : sebagian besar orang buta warna melihat dunia dalam warna hitam dan putih.

Fakta     : hampir semua orang buta warna dapat melihat setidaknya beberapa warna; penderita buta warna total yang melihat dunia dalam warna hitam dan putih jumlahnya hanya sekitar 0.005% dari seluruh populasi.

Fiksi       : anjing melihat dunia dalam warna hitam dan putih.

Fakta     : anjing buta warna merah dan hijau, tetapi dapat melihat sejumlah warna, termasuk biru dan kuning.

Fiksi       : rasa yang dikenali manusia dapat dideskripsikan sebagai peta empat rasa.

Fakta     : meskipun sejumlah buku membahas tentang peta rasa manusia, peta ini terlalu disederhanakan karena reseptor keempat rasa tersebut tersebar di hampir seluruh lidah.

Fiksi       : minum es krim atau minuman dingin lain dengan cepat dapat menyebabkan rasa sakit di otak kita.

Fakta     : nyeri kepala disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah di langit langit mulut, yang kemudian mengembang lagi dan memicu rasa sakit.

Fiksi       : magnet, seperti yang ditempelkan pada sol bagian dalam sepatu, dapat mengurangi rasa sakit.

Fakta     : beberapa studi dengan control mengungkapkan bahwa magnet semacam itu tidak dapat mengurangi rasa sakit.

Mitos psikologi otak manusia komplet

Demikianlah informasi mengenai mitos psikologi otak manusia. Untuk melihat artikel terbaru silahkan lihat di Home. Artikel berikutnya mengenai mitos mendengarkan musik mozart untuk bayi.

Mitos psikologi otak manusia | | 4.5