Mitos tentang belajar

Mitos tentang belajar, kita semua pernah melihat para siswa dalam kelas yang sama belajar dengan cara yang berbeda. Banyak orang percaya bahwa semua siswa dapat mencapai tingkat yang sama, seandainya para guru mau menyesuaikan gaya mengajar mereka dengan gaya belajar setiap siswa.

Mitos tentang belajar pada awal tahun 90-an menjelaskan empat tahap gaya pendekatan belajar (learning style/LS) :

Mitos tentang belajar

Meneliti gaya belajar setiap siswa, mengelompokkan setiap gaya belajarr dalam satu di antara beberapa kategori, menyesuaikan gaya belajar tersebut dengan gaya mengajar (teaching style/TS) para guru atau meminta para guru menyesuaikan TS mereka dengan LS siswa, dan mengajar para guru untuk tidak melakukan langkah sebelumnya dalam program pelatihan mereka.

Para Ahli sebelumnya mengatakan bahwa setiap langkah memiliki syarat agar pendekatan tersebut dapat berhasil. Persyaratan tersebut termasuk konsep LS yang jelas, cara yang dapat diandalkan dan valid untuk menilai dan mengelompokkan LS para siswa, pengetahuan tentang bagaimana interaksi LS dan TS memengaruhi proses belajar dan kemampuan melatih para guru menyesuaikan TS mereka dengan LS para siswa.

Mitos tentang belajar psikologi

Penyangkalan mitos tentang belajar.

Penelitian terakhir ( tahun 2000-an) menyatakan bahwa kepercayaan populer yang mengatakan bahwa mendorong para guru menyesuaikan TS nya dengan LS siswa akan meningkatkan pembelajaran siswa ternyata mitos psikologi pendidikan. Dengan mendorong para guru mengajar sesuai kekuatan intelektual siswa alih alih kelemahan mereka, pendekatan ini bisa benar benar gagal. Para siswa perlu membenahi dan mengimbangi kelemahan mereka, bukan menghindari kelemahan tersebut. Jika tidak, kelemahan intelektual mereka akan semakin lemah. Karena kehidupan di luar kelas tidak selalu sesuai dengan gaya belajar yang kita sukai, gaya mengajar yang baik harus mempersiapkan kita menghadapi tantangan di dunia nyata. Para ahli terkini setuju bahwa akan sangat merugikan para siswa jika secara tidak langsung mengatakan mereka hanya memiliki satu gaya belajar, alih alih berbagai pilihan fleksibel yang dapat dipilih berdasarkan konteksnya.

Demikianlah informasi mengenai mitos tentang belajar. Artikel terbaru bisa dilihat di Home. Artikel selanjutnya mengenai mitos kecerdasan intelektual.

Mitos tentang belajar | | 4.5