Mitos tentang bunuh diri

Mitos tentang bunuh diri, sebelum terus membaca, pejamkan mata anda dan bayangkan orang yang bunuh diri. Apa yang anda lihat? Kemungkinan besar anda akan membayangkan orang yang sangat depresi, mungkin menangis tak terkendali, sambil merenungkan apakah hidup layak dijalani. Jelas ada banyak sekali kebenaran dan gambaran ini.

Depresi klinis atau sering disebut depresi mayor merupakan alat prediksi yang kuat untuk upaya bunuh diri dan bunuh diri. Meskipun teman, kerabat dan orang terkasih terkadang menganggap depresi hanya fase transisi, tidak diragukan algi kondisi tersebut sering mengancam jiwa. Akan tetapi, sebagian besar orang yang mengetahui hubungan antara depresi dan bunuh diri berasumsi hanya orang depresi yang mengakhiri hidup mereka sendiri.

Mitos tentang bunuh diri sering dikait kaitkan dengan depresi, skizofrenia, dan gangguan penyalahgunaan alkohol dan zat.

Mitos tentang bunuh diri

Mitos tentang bunuh diri dan diagnosisnya.

  • Gangguan panic, kondisi yang ditandai oleh gelombang ketakutan yang mendadak dan tak terduga.
  • Fobia sosial, kondisi yang ditandai oleh ketakutan yang besar terhadap situasi memalukan atau merendahkan, seperti berbicara atau tampil di depan umum.
  • Gangguan kepribadian garis batas, kondisi yang ditandai oleh ketidakstabilan suasana hati, hubungan antarpribadi, pengendalian impuls, dan identitas yang parah.
  • Gangguan kepribadian antisocial, kondisi yang ditandai oleh riwayat panjang perilaku tidak bertanggung jawab dan sering kali illegal.
  • Mitos tentang bunuh diri yang terakhir disebabkan oleh gangguan identitas jenis kelamin, kondisi yang ditandai oleh perasaan yang sangat tidak nyaman dengan jenis kelamin sendiri, terkadang hingga merasa terjebak dalam tubuh yang salah.

Dengan alasan yang masih belum dapat dijelaskan, sektiar 5-10% orang yang bunuh diri sama sekali tidak menderita gangguan jiwa. Setidaknya sebagian di antara orang orang ini mungkin menderita gejala bawah ambang untuk satu atau lebih gangguan jiwa. Namun, sejumlah orang mungkin melakukan apa yang oleh sebagian orang disebut bunuh diri rasional, yaitu keputusan yang telah dipikirkan masak masak untuk mengakhiri hidup ketika menghadapi penyakit yang menyebabkan kematian atau rasa sakit parah dan tak terobati.

Mitos tentang bunuh diri seperti

Suasana hati yang membaik tidak menyebabkan risiko bunuh diri meningkat, meskipun masalahnya belum terselesaikan. Namun, lebih aman untuk mengatakan bahwa kita seharusnya jangan pernah mengasumsikan orang dengan depresi parah “bebas dari bahaya” begitu suasana hati mereka mulai membaik.

Demikianlah informasi mengenai mitos tentang bunuh diri. Artikel terbaru bisa dilihat di Home. Artikel selanjutnya mengenai penderita masalah kepribadian ganda.

Mitos tentang bunuh diri | | 4.5