Mitos tentang pengobatan depresi

Mitos tentang pengobatan depresi akan dibahas dibawah ini.

Mitos tentang pengobatan depresi

Fiksi: tidak banyak orang yang bisa berhenti merokok atas usaha mereka sendiri.

Fakta: beberapa studi terhadap sampel komunitas menunjukkan bahwa banyak orang berhenti merokok tanpa perawatan psikologis yang bersifat formal.

Fiksi: nikotin tidak terlalu membuat ketagihan dibanding narkoba.

Fakta: banyak peneliti yang menilai nikotin lebih membuat ketagihan dibanding heroin, kokain, atau alkohol.

Fiksi: gangguang gkonsentrasi atau hiperaktif disebabkan oleh konsumsi gula yang berlebihan dalam makanan.

Fakta: tidak ada bukti bahwa gula memberikan efek nyata terahdap gangguan hiperaktif atau gangguan lain yang sejenis pada anak anak.

pengobatan depresi

Fiksi: obat antidepresi sangat meningkatkan resiko bunuh diri.

Fakta: obat antidepresi mungkin sedikit meningkatkan risiko bunuh diri pada sebagian orang yang rapuh. Meski demikian, obat antidepresi mungkin menurunkan risiko bunuh diri secara keseluruhan.

Fiksi: obat antidepresi sering mengubah orang menjadi “zombie”

Fakta: obat antidepresi tidak membuat orang sangat apatis atau tidak menyadari keadaan di sekelilingnya.

Fiksi: obat antidepresi jauh lebih efektif dibandingkan psikoterapi untuk mengobati depresi.

Fakta: kedua bentuk pengobatan tersebut sama efektifnya, dan terapi perilaku kognitif sering kali didapati lebih baik dibanding obat untuk mencegah kambuhnya kondisi ini.

Fiksi: sebagian besar obat antidepresi yang lebih baru, seperti Prozac dan Zoloft, lebih efektif dibandingkan obat antidepresi yang lama.

Fakta: sebagian besar obat antidepresi yang lebih baru tidak lebih efektif dibanding obat antidepresi yang lama meskipun obat antidepresi yang baru umumnya memiliki efek samping lebih sedikit dan risiko kelebihan dosis lebih kecil.

Fiksi: placebo hanya memengaruhi khayalan kita, bukan otak kita.

Fakta: placebo memengaruhi fungsi otak, termasuk meninggalkan kegiatan dopamine dan neurotransmitter lain yang berhubungan dengan kepuasan.

Mitos tentang pengobatan depresi selanjutnya yaitu

Fiksi: obat herlab lebih baik dibanding obat antidepresi dalam memperbaiki suasana hati.

Fakta: tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa obat herbal lebih efektif dibanding obat antidepresi konvensional meskipun sebagian obat herbal mungkin bermanfaat untuk depresi ringan.

Fiksi: suatu zat yang bersifat alami pasti aman.

Fakta: banyak zat yang ditemukan di alam sangat berbahaya, contohnya arsenic, merkuri dan bisa ular.

Mitos tentang pengobatan depresi

Fiksi: akupuntur hanya bisa berhasil jika seseorang menusukkan jarum di titik tertentu pada tubuh.

Fakta: para peneliti pada umumnya menganggap akupuntur juga sama efektifnya ketika jarum ditusukkan ke lokasi yang salah.

Fiksi: terapi kejang listrik jarang diberikan pada masa sekarang.

Fakta: lebih dari 100.000 penduduk Amerika Serikat menerima terapi kejang listrik setiap tahun untuk mengobati depresi parah yang tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan lain.

Demikian informasi mengenai mitos tentang pengobatan depresi. Untuk melihat artikel terbaru silahkan kunjungi Home. Artikel selanjutnya mengenai fakta psikologi yang benar.

Mitos tentang pengobatan depresi | | 4.5