Penyebab orang percaya mitos

Penyebab orang percaya mitos, memang beragam. Tetapi ada hal penting mengapa mengetahui mitos psikologi merupakan hal penting? Setidaknya ada tiga alasan :

  1. Mitos psikologi dapat berbahaya. Misalnya, anggota juri yang salah memercayai bahwa ingatan bekerja seperti kaset video mungkin memutuskan untuk menghukum seorang terdakwa berdasarkan pengakuan saksi mata yang merasa sangat yakin, tetapi tidak akurat. Selain itu, orang yang salah memercayai bahwa hukuman biasanya merupakan cara efektif untuk mengubah perilaku jangka panjang, mungkin akan memukul anak mereka setiap kali anak tersebut bersikap nakal, tetapi mereka justru mendapati anak mereka sering bersikap nakal.
  2. Mitos psikologi dapat menyebabkan kerusakan secara tidak langsung. Bahkan kepercayaan keliru yang tidak berbahaya dapat menyebabkan bahaya besar secara tidak langsung. Para ekonom menggunakan istilah biaya peluang untuk menyebut fakta bahwa mereka yang mencari perlakuan tidak efektif mungkin kehilangan peluang mendapatkan bantuan yang sangat dibutuhkan. Misalnya, mereka yang salah memercayai bahwa kaset motivasi diri dengan pesan sublimal merupakan alat efektif untuk menurunkan berat badan dapat mengorbankan banyak sekali waktu, uang, dan tenaga untuk jalan keluar yang tidak berguna. Mereka mungkin juga tidak memerhatikan program penurunan berat badan secara ilmiah yang terbukti bermanfaat.
  3. Penerimaan mitos psikologi dapat mengganggu pemikiran kritis kita dalam bidang lain. Seperti yang dikatakan ahli astronomi, Carl Sagan (1995), ketidakmampuan kita membedakan mitos dengan fakta dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu, seperti psikologi, dapat dengan mudah menjalar menjadi ketidakmampuan membedakan fakta dengan fiksi dalam bidang lain yang sangat penting dalam masyarakat modern. Sebagian kecil di antara bidang ilmu pengetahuan tersebut adalah rekayasa genetic, penelitian tali pusar, pemanasan global, polusi, pencegahan kejahatan, pendidikan, perawatan dan pengendalian populasi. Akibatnya, kita mungkin mendapati diri kita bergantung kepada para pembuat kebijakan yang mengambil keputusan tidak bijak dan bahkan berbahaya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Seperti yang diingatkan oleh Sir Francis Bacon kepada kita, ilmu pengetahuan merupakan sumber kekuatan. Kebodohan merupakan sumber ketidakberdayaan.

penyebab orang percaya mitos

Penyebab orang percaya mitos dan kenapa kesalahpahaman psikologi bisa muncul?

Belajar berpikir secara ilmiah menuntut kita mengetahu berbagai sumber kesalahan tersebut dan belajar mengimbanginya. Para ilmuwan yang baik juga rentan terhadap berbagai sumber kesalahan tersebut seperti halnya orang awam (Mahoney dan DeMonbreun, 1977). Namun para ilmuwan telah menggunakan seranngkaian uapay pencegahan yang disebut metode ilmiah untuk melindungi diri dari sumber kesalahan tersebut. Metode ilmiah merupakan kumpulan keahlian yang dirancang untuk mencegah para ilmuwan mempermalukan diri mereka sendiri. Inilah penyebab terjadinya mitos psikologi yang sudah tersebar luas:

Penyebab orang percaya mitos yaitu berita dari mulut ke mulut.

Penyebab orang percaya mitos yang pertama yaitu berita dari mulut ke mulut. Banyak kepercayaan psikologi rakyat yang salah menyebar luas dari satu generasi ke generasi lain melalui komunikasi lisan. Misalnya karena kalimat “sesuatu yang berbeda itu menarik” menarik dan mudah diingat, orang orang cenderung menyampaikannya kepada orang lain. Banyak mitos local menyebar dengan cara yang sama. Kenyataannya bahwa kita telah mendengar sebuah pernyataan berkali kali tidak lantas membuatnya menjadi benar. Namun, hal itu bisa membuat kita menganggap pernyataan tersebut benar meskipun sebenarnya tidak karena kita keliru membedakan antara keakraban pernyataan tersebut dan keakuratannya. Penelitian menunjukkan bahwa mendengar seseorang menyampaikan suatu pendapat 10 kali dapat membuat kita menganggap pendapat ini sama benarnya seperti mendengar 10 orang menyampaikan opini tersebut satu kali. Mendengar sering membuat kita percaya, khususnya jika kita mendengar suatu pernyataan berkali kali.

Penyebab orang percaya mitos yang kedua yaitu keinginan untuk mendapatkan jawaban dengan mudah dan menyelesaikan masalah dengan cepat

Penyebab orang percaya mitos  kedua yaitu keinginan untuk mendapat jawaban dengan mudah. Akui saja bahwa kehidupan sehari hari tidaklah mudah, bahkan bagi kita yang bisa menyesuaikan diri dengan sangat baik. Banyak di antara kita yang berusaha keras mencari cara menurunkan berat badan, tidur cukup, mengerjakan ujian dengan baik, menikmati pekerjaan, dan menemukan kekasih abadi. Hampir tidak mengejutkan jika kita bergantung pada berbagai cara yang menawarkan janji janji manis berupa perubahan perilaku dengan sangat cepat dan mudah. Misalnya, diet gila gilaan sangat populer meskipun penelitian menunjukkan bahwa ssebagian besar orang yang menjalankan diet tersebut berat badannya akan kembali naik hanya dalam beberapa tahun.

Penyebab orang percaya mitos yang ketiga yaitu Persepsi dan ingatan selektif

Seperti yang telah kita ketahui, kita jarang melihat kenyataan sebagaimana adanya. Kita melihatnya melalui sudut pandang kita yang menyimpang. Sudut pandang ini dibengkokkan oleh parasangka dan harapan kita, yang membuat kita menerjemahkan dunia sesuai dengan kepercayaan kita yang telah ada sebelumnya. Namun, sebagian besar di antara kita tidak menyadari cara kepercayaan tersebut memengaruhi persepsi kita. Ahli ilmu jiwa, Lee Ross, dan yang lain menyebabkan asumsi yang salah bahwa kita melihat dunia persis sebagaimana adanya dengan realisme naïf. Realism naïf tidak hanya membuat kita rentan memercayai mitos psikologi, tetapi juga membuat kita semakin tidak mampu mengenalinya sebagai mitos sejak awal.

penyebab orang percaya mitos psikologi

Penyebab orang percaya mitos  yang keempat yaitu menyimpulkan hubungan sebab akibat dari korelasi

Mari kita melihat satu contoh konkret. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa riwayat kekerasan fisik semasa kanak kanak meningkatkan peluang seseorang menjadi orang yang agresif ketika dewasa. Banyak peneliti yang menerjemahkan hubungan statistic ini dengan mengatakan bahwa kekerasan fisik semasa kanak kanak menimbulkan agresi fisik pada kemudian hari sehingga hal ini disebut hipotesis “siklus kekerasan”. Dalam kasus ini, para peneliti mengasumsikan bahwa kekerasan fisik semasa kanak kanak (A) menyebabkan kekerasan saat dewasa (B). Apakah penjelasan sudah pasti benar?

Tentu saja, dalam kasus B tidak bisa menyebabkan A karena B terjadi setelah A. prinsip dasar logika adalah sebab harus mendahului akibat. Namun, kita belum mempertimbangkan kemungkinan bahwa variable ketiga, C, menjelaskan baik A maupun B. salah satu variable ketiga yang memungkinkan dalam kasus ini adalah kecenderungan bersikap agresif karena faktor keturunan. Mungkin sebagian besar orangtua menyiksa anak mereka secara fisik melalui kecenderungan bersikap agresif karena faktor keturunan, yang mereka turunkan kepada anak mereka. Ada bukti penelitian yang meyakinkan bahwa sikap agresif sebagian dipengaruhi oleh faktor keturunan. Kecenderungan genetika ( C )  dapat mengakibatkan korelasi antara riwayat kekerasan fisik semasa kanak kanak (A) dan sikap agresif saat dewasa pada seseorang yang memiliki riwayat ini (B) meskipun A dan B mungkin tidak memiliki hubungan sebab akibat.

Poin utamanya adalah ketika dua variable berkorelasi, kita seharusnya tidak otomatis mengasumsikan keduanya memiliki hubungan sebab akibat secara langsung. Ada kemungkinan penjelasan lain.

Penyebab orang percaya mitos  yang kelima yaitu hambaran yang menyesatkan dalam film dan medi

Banyak fenomena psikologi, khususnya penyakit jiwa dan pengobatannya, yang sering digambarkan dengan tidak akurat dalam media huburan dan berita. Sering kali, media menggambarkan fenomena ini dengan juah lebih sensasional daripada yang seharusnya.

Penyebab orang percaya mitos yang keenam yaitu melebih lebihkan kebenaran kecil

Penyebab orang percaya mitos  yang terakhir yaitu sebagian mitos psikologi tidak sepenuhnya salah. Alih-alih, mitos tersebut adalah pernyataan dengan kebenaran kecil yang dilebih lebihkan.

Kisah yang paling salah adalah kisah yang kita pikir sudah kita ketahui dengan baik – sehingga tidak pernah kita teliti atau pertanyakan.

Demikianlah informasi mengenai penyebab orang percaya mitos. Untuk melihat artikel terbaru silahkan lihat di Home. Artikel berikutnya mengenai mitos otak manusia.

Penyebab orang percaya mitos | | 4.5