Personal Space Dalam Psikologi Lingkungan

Personal space dalam psikologi lingkungan, yang dimaksud dengan personal space adalah ruang erak pribadi yang dipersepsi seseorang tentang jarak jauh dekat, luas sempit, longgar sesak, nyaman-terganggu. Masing masing orang membutuhkan personal space tertentu sesuai dengan kualitas hubungan antar orang orang yang terlibat. Ada empat macam personal space dalam psikologi lingkungan yaitu:

  1. Jarak intim (0-0.5 meter), yaitu jarak untuk berhubungan seks, untuk saling merangkkul antar pasangan, sahabat atau anggota keluarga.
  2. Jarak personal (0.5-1.3 meter), yaitu jarak untuk percakapan antara teman akrab.
  3. Jarak sosial (1.3-4 meter), yaitu hubungan bersifat formal seperti dalam bisnis.
  4. Jarak public (4-8.3 meter), hubungan yang lebih formal, seperti narasumber dengan para peserta dalam seminar.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan personal space dalam psikologi lingkungan seseorang.

psikologi lingkungan

personal space dalam psikologi lingkungan

Jenis kelamin. Perempuan dengan perempuan umumnya lebih dekat jarak personal space nya daripada laki laki terhadap sesame laki laki.

Kedua, umur. Makin bertambah umur, makin besar jarak personal space yang dibutuhkan, umumnya anak mengambil jarak personal space lebih jauh kepada orang yang tidak dikenalnya, remaja mengambil jarak lebih jauh terhadap lawan jenisnya daripada anak anak.

Ketiga, latar belakang budaya. Misalnya orang Jerman lebih formal dalam berkomunikasi dengan orang lain dan karenanya mereka lebih menjaga jarak, orang Inggris juga menjaga jarak lebih jauh tetapi disebabkan mereka tidak ingin mengganggu personal space orang lain, sedangkan orang Arab mereka biasa berkomunikasi sangat berdekatan.

Keempat, tipe kepribadian. Orang dengan tipe kepribadian eksternal merasa bahwa segala sesuatu lebih ditentukan oleh faktor di luar dirinya daripada personal space yang bertipe kepribadian internal yang merasa bahwa segala masalah bersumber dari dirinya. Orang bertipe kepribadian terbuka (extrovert) lebih kecil membuat jarak personal space nya daripada orang berkepribadian tertutup (introvert).

Kelima, kondisi lingkungan. Misalnya dalam keadaan gelap orang cenderung merapatkan tubuh atau berpegangan tangan daripada dalam keadaan terang.

Keenam, perubahan posisi, jabatan atau status seseorang. Orang yang mendapat promosi jabatan di kantornya pada tingkat yang lebih tinggi, umumnya kebutuhan terhadap personal space nya lebih besar dari sebelumnya. Mereka membutuhkan kamar kerja yang memenuhi standar kenyamanan, keamanan, otoritas, efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan kerjanya. Mereka juga mulai memerlukan mediator atau sekretaris pribadi untuk mengantarai dan memfasilitasi dirinya dalam berkomunikasi dengan pihak luar, jadwal kegiatannya pun diatur oleh sekretaris nya, termasuk dalam melakukan perjanjian dengan pihak manapun. Orang yang mengalami perubaahan status di masyarakat pun tidak lepas akan mengalami perubahan dalam personal spacenya, ada yang sengaja dikehendaki oleh dirinya, ada yang dibuat oleh masyarakat sendiri berdasarkan penghargaan atas posisinya.

Faktor terakhir yang mempengaruhi personal space dalam psikologi lingkungan yaitu pandangan hidup seseorang. Orang yang memandang dirinya lebih hebat dari yang lain, umumnya menghendaki personal space yang lebih besar.

Dampak psikologis dari terganggunya kebutuhan personal space adalah seseorang merasa kurang dihargai, merasa sia sia, temperamental yang tidak jelas alasan dan sasarannya. Sebaliknya kebutuhan personal space yang terpenuhi akan merasa puas, senang, merasa terhormat, serta produktivitas kerjanya meningkat.

Demikianlah informasi mengenai personal space dalam psikologi lingkungan. Untuk melihat artikel terbaru lainnya silahkan lihat di Home. Artikel berikutnya mengenai pengertian privasi individu.

Personal Space Dalam Psikologi Lingkungan | | 4.5