Sejarah perkembangan psikologi forensik

Psikologi forensik adalah ilmu yang meneliti dan mempelajari efek efek dari faktor kognitif, afektif, dan perilaku terhadap proses hukum.

Sejarah ilmu Psikologi Forensik

Sejarahnya dimulai pada tahun 1901, William Stern melaporkan bahwa dia sedang meneliti ketepatan orang dalam mengingat sesuatu — sebuah titik awal dalam penelitian tentang ketepatan kesaksian seorang saksi. Dalam ceramahnya kepada beberapa hakim di Austria pada tahun 1906, Freud mengatakan bahwa psikologi dapat diaplikasikan pada bidang hukum. Kemudian John Watson juga mengemukakan bahwa psikologi dan hukum saling memiliki kesamaan kepentingan.

psikologi forensik

Pada tahun 1908, Hugo von Munsterberg menerbitkan sebuah buku tentang the Witness Stand. Dia mengeluhkan bahwa tidak ada orang yang lebih melawan atau resisten daripada para penegak hukum terhadap gagasan bahwa psikolog dapat berperan dalam pengadilan. Dia mengatakan bahwa pengacara, hakim, dan anggota juri tampaknya berpendapat bahwa yang mereka butuhkan hanyalah common sense.

Prof. John Wigmore (1909) sebagai seorang profesor hukum terkemuka di Northwestern University, memandang perkataan dakwaan Munsterberg itu sebagai hal arogansi. Untuk menanggapi dakwaan tersebut, Wigmore menulis sebuah buku fiksi karikatur yang menggambarkan suatu pengadilan terhadap Munsterberg. Munsterberg digambarkan sedang dituntut karena telah menyebarkan fitnah, dituduh telah membesar besarkan peranan yang bisa diberikan oleh seorang psikolog, mengabaikan pertentangan pendapat yang ada di kalangan para psikolog itu sendiri. Dalam karikatur tersebut, pengadilan menempatkan Munsterberg pada posisi yang kalah dan harus membayar denda.

pengertian psikologi forensik

Serangan Wigmore ini sangat efektif dan menghancurkan ide psikologi forensik ini. Namun baru 25 tahun kemudian psikolog dipandang tepat untuk berperan sebagai seorang saksi ahli. Akan tetapi, tidak lama sebelum kematiannya sekitar 30 tahun kemudian, Wigmore memperlunak kritikannya. Wigmore menyatakan bahwa pengadilan seharusnya siap menggunakan setiap cara yang oleh para psikolog sendiri disepakati sebagai cara yang sehat, akurat, dan praktis.

Sekarang, psikolog selalu dilibatkan sebagai saksi ahli dalam hampir semua bidang hukum termasuk di dalamnya kriminal, perdata, keluarga, dan hukum tata usaha. Selain itu, psikolog juga berperan sebagai konsultan bagi berbagai lembaga dan individu dalam segi hukum. Kini psikologi forensik telah ada dalam suatu titik di mana terdapat spesialis dalam bidang penelitian psikolegal, program pelatihan interdisiplin, dan berbagai buku dan jurnal dalam bidang keahlian ini sudah banyak diterbitkan.

teori psikologi forensik

Demikian informasi mengenai sejarah perkembangan psikologi forensik. Untuk mengetahui informasi berikutnya silahkan kunjungi home. Artikel berikutnya mengenai pengertian psikologi kesehatan.

Sejarah perkembangan psikologi forensik | | 4.5