Stereotip gender di masyarakat

Stereotip gender di masyarakat memang masih ada meskipun zaman telah berubah. Dalam lingkungan masyarakat, banyak berkembang stereotype yang dilabelkan kepada kaum perempuan yang mengakibatkan pembatasan dan pemiskinan yang merugikan kaum perempuan. Disamping itu, karena peran perempuan diposisikan untuk mengelola rumah tangga, maak jika perempuan memasuki peran public, ia tidak dapat melepaskan sedikitpun dari beban peran domestic, meski kontribusi ekonomi mereka cukup signifikan, perempuan tidak mendapat penghargaan yang sama dengan laki laki.

Stereotip gender di masyarakat

Upaya dalam menghilangkan stereotip gender di masyarakat.

Masyarakat berpartisipasi memberikan kontribusi kepada program percepatan kemajuan perempuan, dengan cara memberi kesempatan kepada perempuan untuk meraih pendidikan setinggi tingginya, memberi kesempatan mengikuti pelatihan pelatihan pengembangan diri, meringankan tugas tugas kerumah tanggaan agar perempuan cukup waktu untuk mengembangkan kemampuannya, menghargai karyanya sekecil apapun, tidak menyepelekan potensinya, dan membantunya jika diperlukan untuk kemudahan mencapai cita cita.

  1. Masyarakat tidak berprasangka negative kepada perempuan yang aktif, sehingga tidak menyurutkan niat perempuan tersebut untuk terus mengejar cita citanya.
  2. Masyarakat perlu memahami fungsi reproduksi perempuan yang direncanakan sesuai dengan pembagian kesempatan untuk mengembangkan tugas reproduksi dan produksi.
  3. Masyarakat harus meningkatkan diri dalam kesadaran kesetaraan gender, sehingga tidak terjadi lagi prasangka negative kepada perempuan yang ingin dan mencapai kemajuan.

Demikianlah inforamsi mengenai stereotip gender di masyarakat. Untuk artikel berikutnya silahkan lihat di home page. Artikel berikutnya mengenai dampak psikologis korban kdrt.

Stereotip gender di masyarakat | | 4.5